Penanganan Longsor Nganguk-Pentil Sisakan Lumpur Jalan

Minggu, 11 Januari 2015 | 17:59 WIB
Penanganan jalan longsor di ruas Nganguk-Pentil Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori menyisakan ceceran lumpur dari sisa material proyek. (Foto:Pujianto)

Penanganan jalan longsor di ruas Nganguk-Pentil Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori menyisakan ceceran lumpur dari sisa material proyek. (Foto:Pujianto)

 
KALIORI, mataairradio.com – Penanganan jalan longsor di ruas Nganguk-Pentil Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori menyisakan ceceran lumpur dari sisa material proyek.

Jalanan menjadi licin dan rawan menggelincirkan pengendara.

Munawar, salah seorang pengguna jalan asal Sumber mengungkapkan, belum lama ada seorang perempuan yang celaka gara-gara tergelincir lumpur di ruas itu.

“Beruntung, tidak sampai terjadi luka yang serius. Kami berharap agar pelaksana proyek merapikannya, sehingga tidak bergelombang seperti saat ini,” kata Munawar.

Dia pun meminta kepada Pemkab Rembang agar mulai memikirkan pelebaran atau perbaikan penuh pada ruas Sendangagung-Grawan.

“Ruas jalan ini terbilang sempit apabila dua kendaraan roda empat bersimpangan. Kerusakan parah jalan juga ada di banyak titik,” katanya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Rembang Raharjo mengaku belum berencana melakukan pelebaran jalan Sendangagung-Grawan, meski lebar ruasnya diakui sempit.

“Anggaran dari daerah belum cukup untuk mengkaver pelebaran dan perbaikan jalan (sepanjang 9,1 kilometer) ini,” katanya.

Sementara soal ceceran material sisa proyek yang berubah menjadi lumpur ketika hujan, Raharjo sudah meminta stafnya untuk melakukan survei lapangan.

“Timbulnya lumpur jalan sulit dihindari, terutama saat turun hujan,” katanya.

Dijelaskannya, desain penanganan longsor di ruas Nganguk-Pentil, dititikberatkan untuk mengantisipasi munculnya longsor susulan.

“Namun jika memang masih ada yang mengganggu pengguna jalan, kami siap memperbaiki,” imbuhnya.

Ruas Jalan Nganguk-Pentil pertama kali longsor pada bulan April 2013. Lantaran cukup lama tidak ditangani, longsor kembali terjadi dan makin luas pada Februari 2014.

Warga sempat berulang kali mempertanyakan perbaikan jalan yang longsor ini.

Hingga akhirnya pada sekitar November kemarin, pihak Dinas Pekerjaan Umum memperbaikinya dengan pemasangan semacam tembok beton dan pengurukan dengan material pasir pedel.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan