Pemuda Criwik Diajari Budidaya Jamur Tiram

Rabu, 4 November 2020 | 14:12 WIB

Pelatiahn Budidaya Jamur Tiram di Desa Criwik Kecamatan Pancur, pada Selasa (3/11/2020), oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Wonomakmur. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemuda di Desa Criwik Kecamatan Pancur diajari cara membudidayakan jamur jenis tiram.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Wonomakmur itu dilaksanakan selama sehari pada Selasa (3/11/2020) siang.

Aris Munandar Ketua Karang Taruna Desa Criwik mengungkapkan, dalam kesempatan itu peserta diberi pelatihan berupa presentasi materi, praktik pembuatan baglog atau istilah untuk media tumbuh jamur.

Selain itu juga diajari tentang proses pengolahan jamur, seperti sate jamur dan jamur krispi.

Ia menjelaskan dalam pembuatan baglog jamur, media yang diperlukan antara lain serbuk kayu, bekatul, tepung kalsium, serta air, dan bibit jamur.

Untuk membuat baglog perbandingan bahannya yakni 100 kilogram serbuk kayu, 10 kilogram bekatul, 3 kilogram tepung kalsium dan air sebanyak 60 persen sesuai berat keseluruhan bahan tersebut.

“Dari perbandingan tersebut dihasilkan sebanyak 100 baglog jamur ukuran 18×35,” ungkapnya.

Aris menambahkan, setelah dicampur seluruh bahan kemudian dimasukkan dalam kantong plastik dan ujungnya ditutup dengan cincin penutup.

Setelah itu dimasukkan dalam ruangan dengan suhu tertentu atau istilahnya melalui proses inokulasi yakni pembiakan bakteri pada suatu pembenihan.

Kemudian baglog dipindah ke ruangan inkubasi atau penangkaran selama 40 hari.

“Setelah 40 hari maka baglog akan tumbuh jamur tiram. Masing-masing baglog jamur akan menghasilkan kurang lebih 4 ons selama kurun waktu tiga bulan kedepan,” pungkasnya.

Nikmah, salah satu peserta mengaku mendapatkan ilmu baru dalam membudidayakan jamur. Dirinya akan mencoba pengetahuan tersebut dalam waktu dekat.

Karena menurutnya usaha jamur bisa menjadi salah satu alternatif kegiatan dalam masa pandemi Covid-19.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan