Pemprov Jateng Ikuti Doa Bersama Via Daring untuk ‘Tolak Balak’

Jumat, 3 Desember 2021 | 13:34 WIB

Pimpinan Majelis Dzikir At-Tsawab KH Muhammadun Sya’roni menyebut ada ribuan santri dan kiai yang turut serta dalam acara doa yang tersebar di masing-masing provinsi, pada Minggu (28/11/2021). (Foto: mataairradio.com)

SEMARANG, mataairradio.com – Kehidupan spiritual yang baik akan membangun masyarakat yang kuat secara spiritual dalam menghadapi masa-masa sulit, terutama di tengah Pandemi Covid-19.

Upaya yang dapat dilakukan untuk menguatkan spiritualitas salah satunya dengan memanjatkan doa tolak balak atau doa tolak marabahaya sebagaimana yang dilakukan para kiai dan santri dari sejumlah provinsi seperti Jateng, Jabar, Jatim, NTB serta provinsi lainnya, yang terkumpul dalam Majelis Dzikir At-Tsawab pada Minggu (28/11/2021) malam.

Acara tersebut digelar secara virtual pada 118 titik, bersama-sama melantunkan doa dan ayat Alquran yakni Surat Al Kahfi, bacaan selawat, dan Ratibul Hadad yang berisikan doa keselamatan.

Salah seorang pimpinan Majelis Dzikir At-Tsawab KH Muhammadun Sya’roni menyebut ada ribuan santri dan kiai yang turut serta dalam acara doa yang tersebar di masing-masing provinsi.

“Maksud dan tujuannya adalah doa tolak bala. Mengantisipasi, Covid-19 juga belum sepenuhnya reda,” kata Muhammadun dihubungi via sambungan telepon.

Terlebih, sambungnya, menurut keterangan pemerintah, kasus virus Covid-19 akan meningkat lagi hingga akhir tahun. Pihaknya berharap, dengan doa Tolak Bala ini, kasus Corona akan berakhir.

Tidak hanya itu, pada kondisi cuaca yang sedang tak menentu hingga berujung bencana, ini pihaknya berharap bangsa akan dijauhkan dari bahaya.

“Mudah-mudahan Allah SWT memberikan solusi, memberikan kemudahan. Segera ditarik bala dan Covid-19,”  harapnya.

Majelis Dzikir At-Tsawab diketahui telah beberapa kali melakukan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara.

“Majelis ini memang untuk dibentuk untuk memperkuat sisi spiritual masyarakat. Alhamdulillah semakin banyak kiai dan santri yang bergabung. Karena kami memang tidak memandang apa organisasinya, asalkan bisa dan mau berdzikir ya silakan bergabung,” katanya.

Karena itu, lanjut Kiai Muhammadun, Majelis Dzikir Al Tsawab selalu menggelar acara rutin selapanan atau setiap 35 hari yakni pada Minggu Pon malam Senin Wage.

“Untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat ikatan sesama majelis dzikir. Semoga bisa istiqomah,” katanya. (*)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan