Pemkab Tanggung Biaya Pemulihan Rumah Korban Puting Beliung

Sabtu, 10 Januari 2015 | 17:19 WIB
Hafidz menyambangi Yatemi, warga Mlawat yang baru saja pulang dari menjalani perawatan di rumah sakit. (Foto:mataairradio.com)

Hafidz menyambangi Yatemi, warga Mlawat yang baru saja pulang dari menjalani perawatan di rumah sakit. (Foto:mataairradio.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang menanggung biaya pemulihan rumah para korban bencana puting beliung di Kepohagung dan Mlawat Kecamatan Pamotan.

Pemerintah juga membebaskan biaya perawatan di rumah sakit bagi tiga korban yang mengalami luka-luka.

Pelaksana Tugas Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, Pemkab membantu penuh biaya pendirian dua rumah yang roboh sehingga layak.

“(121 rumah di dua desa tersebut) yang gentengnya lorot dan rusak juga kita bantu perbaikannya,” ungkap Hafidz.

Hafidz memastikan, Pemerintah menggratiskan biaya perawatan bagi Nursalim, Yatemi, dan Munawar, yang menjadi korban luka dalam insiden bencana puting beliung Kamis (8/1/2015) kemarin.

“Soal sumber dananya, akan diambilkan dari pos dana di BPBD atau pos anggaran dana tak tersangka,” jelasnya.

Kepala Desa Kepohagung Suwarti mewakili warganya yang menjadi korban bencana angin puting beliung, menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Rembang atas bantuan yang diberikan.

Di Dusun Jetak Desa Kepohagung, tercatat 48 rumah yang rusak, termasuk satu rumah yang roboh akibat diterjang lisus. Satu rumah yang roboh milik Jamari, warga di RT 5 RW 1.

Sedangkan di Desa Mlawat, terdapat 75 rumah yang rusak, termasuk satu yang roboh milik Yatemi.

“Kami sudah mendata keseluruhan dampak bencana angin puting beliung dan akan segera mengajukan sekaligus melaporkan kepada Pemkab Rembang secara resmi,” kata Suwarti.

Sementara itu, hingga Sabtu (10/1/2015) siang, tinggal satu korban atas nama Munawar, warga Mlawat, yang masih dirawat intensif di rumah sakit daerah.

Dua korban luka yang lain yakni Yatemi warga Mlawat dan Nursalim warga Kepohagung, sudah diperbolehkan pulang.

Kepala Bidang Pengembangan dan Informasi RSUD dr R Soetrasno Rembang Giri Saputro mengungkapkan, Munawar dirawat di Ruang Ortopedi rumah sakit akibat luka retak di bagian punggung.

“Soal penggratisan biaya, kami tetap membutuhkan kelengkapan persyaratan dari desa,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan