Pemkab Susul Desa Terapkan Enam Hari Kerja

Senin, 3 Juli 2017 | 13:50 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz bersalaman dengan para aparatur sipil negara di lingkup pemerintah kabupaten ini seusai apel pagi masuk kerja pertama setelah cuti Lebaran 2017 di Halaman Kantor Bupati Rembang, Senin (3/7/2017). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Pemerintah Kabupaten Rembang mewacanakan penerapan kembali enam hari kerja mulai tahun 2018. Wacana ini dilontarkan oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz setelah memimpin apel masuk kerja pertama seusai cuti Lebaran, Senin (3/7/2017).

Jika jadi diterapkan, maka hari kerja para aparatur sipil negara atau ASN akan sama dengan hari kerja pemerintah desa, yaitu enam hari. Melalui Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun 2017, hari kerja dan jam kerja pemerintah desa ditentukan enam hari, mulai Senin sampai dengan Sabtu.

Bupati menjelaskan, penerapan enam hari kerja dengan pertimbangan di antaranya efisiensi dan efektifitas kinerja para ASN. Dengan enam hari kerja, maka ASN akan bekerja dengan jam tidak sampai sore seperti saat sekarang.

“Kalau kita kerja sampai pukul 15.30 WIB kelihatannya loyo, tidak ada ruang untuk berolahraga,” katanya saat memimpin apel masuk kerja kali pertama seusai cuti Lebaran di Halaman Kantor Bupati Rembang, Senin (3/7/2017) pagi.

Hafidz menekankan, wacana penerapan kembali enam hari kerja sudah melalui berbagai pertimbangan. Ia mengandaikan, jika jam kerja aparatur sipil negara berlangsung sampai pukul 13.30 WIB, maka kinerja ASN akan lebif fit daripada kerja hingga sore hari.

“Coba kalau pukul 13.30 WIB kita pulang, tentu makan siang bisa di rumah masing-masing dari segi ekonomi lebih efisien. Kita bisa istirahat satu sampai dua jam dan berkumpul dengan anak,” katanya.

Lalu bagaimana dengan ASN berdinas di Kabupaten Rembang, namun tinggal di luar kota dan selama ini sudah terbiasa dengan lima hari kerja? Bupati menyatakan kondisi tersebut tidak jadi pertimbangan dalam mewacanakan penerapan enam hari kerja.

“Wacana ini mungkin membuat sebagian ASN tidak setuju, terlebih ASN yang bertempat tinggal di luar kota. Namun itu bukan menjadi pertimbangan karena ini berbicara tentang Rembang. Hasil analisis kami, 70 persen kinerja ASN lebih baik jika enam hari kerja,” tegasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan