Pemkab Siap Mediasi Persoalan Penutupan Objek Wisata di Sendangcoyo

Selasa, 6 Februari 2018 | 18:25 WIB

Jembatan gantung di objek wisata alam Sendangcoyo Kecamatan Lasem pada Jumat (2/2/2018). (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang menyatakan siap membantu proses mediasi atas persoalan penutupan objek wisata alam di Desa Sendangcoyo Kecamatan Lasem.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang Chris Prasetyana mengatakan, pihaknya memang tidak bisa melakukan intervensi terkait objek wisata ini.

“Kami nggak berani intervensi. Itu pakai dana desa,” katanya.

Ia berdalih, pengelolaan objek wisata dilakukan oleh badan usaha milik desa (BUMDes). Ia juga tidak paham secara persis titik persoalan di balik penutupan ini. Ia akan melihat resolusi di internal desa dulu.

“Kita lihat dulu penyelesaian internal di desa seperti apa. Kalau diminta membantu mediasi siap,” katanya.

Menurut Chris kepada mataairradio, Selasa (6/2/2018) pagi, destinasi wisata di Desa Sendangcoyo merupakan buah dari inisiatif warga bersama pemerintah desa setempat. Pengelolaan ditangani oleh desa.

“Betul itu ditangani BUMDes,” katanya.

Pihaknya menyesalkan penutupan objek wisata yang mulai dikenal dan diminati sebagai destinasi oleh masyarakat ini. Oleh karena itu, jika mediasi memerlukan kehadiran Pemkab, Chris menyatakan siap.

“Intinya kami siap jika diminta membantu,” katanya.

Objek wisata alam Sendangcoyo ditutup sejak dua hingga tiga minggu yang lalu. Penutupan objek wisata ini karena timbul persoalan antara pemilik lahan dengan pihak pedukuhan dan desa.

Pemilik lahan tidak menghendaki jembatan gantung melintas di atas tanahnya. Padahal sudah sempat ada kesepakatan bermaterai. Akibat penutupan itu, banyak pengunjung yang kecele dan kecewa.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan