Pemkab Masih Kesulitan Tindak Pengecer Elpiji Nakal

Rabu, 16 Mei 2018 | 19:06 WIB

Distribusi elpiji kemasan tiga kilogram di wilayah Kecamatan Rembang, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Dinperindagkop UMKM) mengaku sekulitan menindak pengecer elpiji bersubsidi yang memainkan harga.

Kelapa Seksi Layanan Konsumen pada Dinperindakop UMKM setempat Setyo Budi menyatakan, penindakan terhadap pengecer yang memainkan harga mesti melibatkan banyak pihak agar tidak salah sasaran.

Ia mengaku mengetahui bahwa harga jual elpiji tiga kilogram sampai konsumen terakhir bisa tembus Rp20.000 bahkan Rp23.000 per tabung.

“Harga eceran tertinggi (HET) dari Pemerintah hanya Rp15.500 per tabung,” katanya.

Menjelang Ramadan, Budi menyebutkan, stok elpiji tabung melon akan aman. Apalagi biasanya, pasokan elpiji ditambah 5-10 persen pada momentum tertentu seperti Ramadan, Lebaran, Natal, dan tahun baru.

Disinggung tentang adanya oknum yang menimbun gas melon, Budi menampik kemungkinan itu. Ia menegaskan, banyaknya pengecer lah yang memicu permainan harga.

“Soal keluhan masyarakat mengenai kesulitan mendapatkan elpiji tiga kilogram, kami telah memprogramkan pengawasan di lapangan,” tandasnya.

Pengawasan dilakukan terutama di daerah yang ada laporan masyarakat. Budi menyatakan akan menginspeksi pangkalan dan meminta sampel distribusi.

“Secara stok elpiji di saluran distribusi mulai agen hingga pangkalan, mestinya penuh tanpa masalah. Di Kecamatan Sarang pun stok elpiji semestinya aman,” tegasnya.

Tri Handayani, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinperindagkop UMKM Kabupaten Rembang menegaskan, kebutuhan elpiji melon sudah diperhitungkan secara matang selama setahun.

Stok untuk tahun 2018 sebanyak 13.797 MT atau naik dari tahun 2017 yang sebesar 13.564 MT atau naik sekitar empat persen.

Distribusi elpiji tiga kilogram di Kabupaten Rembang dilakukan melalui enam agen dan 258 pangkalan.

Enam agen; PT Mekar Daya Indah, PT Hamida Putra Mudrika Adi, PT Candi Jaya Makmur Sentosa, PT Lintang Sekar Widuri Utami, PT Pantja Ubaya Paksi, dan PT Ratih Rekyan Anantavera.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan