Pemkab Lepas Tangan Pengembangan Situs Perahu Kuno

Sabtu, 20 Januari 2018 | 16:10 WIB

Situs perahu kuno di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang, Sabtu (13/1/2018). (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang lepas tangan dalam pengembangan situs Perahu Kuno di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang.

Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang Winaryu Kutsiyah mengatakan, pengembangan situs itu wewenang Pemerintah Pusat.

“Pengembangan situs Perahu Kuno bukan wewenang kami. Itu wewenang Pusat,” katanya kepada mataairradio.com.

Meskipun demikian, pihaknya tetap membantu mempromosikan objek wisata sejarah ini.

“Tapi tetap kami promosikan melalui berbagai media, cetak maupun elektronik, sebagaimana objek wisata lainnya baik budaya, religi, maupun alam,” tandasnya.

Mengenai kemungkinan menyusun paket wisata, yakni Pantai Karangjahe dengan situs Perahu Kuno, Winaryu mengatakan, paket-paket wisata di Rembang sedang disusun.

“Tetapi kami tidak bisa menyusun paket wisata itu sendirian. Kami menjalin komunikasi dengan biro-biro perjalanan wisata serta dengan pengusaha hotel dan restoran,” terangnya.

Ia membenarkan, Pantai Karangjahe masih menjadi favorit wisatawan, sedangkan situs Perahu Kuno di desa yang sama, sepi pengungjung.

Sementara itu, hingga Sabtu (20/1/2018), pengembangan situs Perahu Kuno masih dilakukan.

Pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) menata pemandangan atau landscape di sekitar situs ini.

Juru pelihara situs tersebut mengungkapkan belum ada rencana merealisasikan wacana pembangunan museum bahari terpadu di lokasi ini, dalam waktu dekat.

Situs Perahu Kuno Punjulharjo sebenarnya menarik dikunjungi. Sebab, situs ini lebih tua dari Candi Borobudur, dan merupakan penemuan arkeologi kelautan terlengkap di Asia Tenggara.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan