Pemkab Klaim Rembang Aman dari Peredaran Bawang Merah ‘Palsu’

Selasa, 3 Juli 2018 | 14:42 WIB

Ilustrasi bawang merah ‘palsu’. (Foto : finance.detik.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah mengklaim peredaran bawang merah ‘palsu’ tidak sampai masuk pasar di Rembang.

Meskipun, di Medan pihak kepolisian sempat menyita bawang merah ‘palsu’ sebanyak 25 kontainer besar atau setara dengan 5.000 ton.

Bawang merah ‘palsu’ ini yang sebenarnya bawang bombai, namun ukurannya mini diimpor dari India.

Bentuknya menyerupai bawang merah, namun sebernarnya bawang bombai yang ukurannya mini, sehingga menyerupai bawang merah yang asli.

Akhsanudin Kepala Dinperindagkop dan UKM setempat mengaku belum menerima surat edaran resmi dari Kementerian Pertanian RI terkait adanya oknum perusahaan yang menjual bawang merah ‘palsu’.

Ia mengimbau kepada masyarakat supaya mewaspadai peredaran bawang merah ‘palsu’.

“Sejauh ini, belum ada penemuan atas peredaran bawang merah ‘palsu’ di lapangan,” ungkapnya.

Menurutnya, potensi peredaran bawang ‘palsu’ di pasaran Rembang tergolong kecil, karena pasokan barang dari luar biasanya masuknya di pasar wilayah Pati dan Kudus.

“Sebagai bentuk antisipasi, kami bersama pihak terkait akan melakukan pengecekan di lapangan,” katanya.

Tri Handayani Kepala Bidang Perdagangan pada Dinperindagkop dan UKM Kabupaten Rembang juga menyatakan Rembang aman dari peredaran bawang merah ‘palsu’.

“Distribusi barang dari luar negeri yang masuk ke daerah ini selalu diseleksi secara ketat, sehingga kemungkinan peredaranya terbilang kecil,” tandasnya.

Tri menegaskan, sejak menjelang lebaran kemarin pihaknya sudah melakukan pengawasan di pasar-pasar.

“Semoga Rembang aman dari peredaran bawang merah ‘palsu’, supaya masyarakat tidak ada yang merasa dirugikan,” pungkasnya.

Sementara itu, untuk membedakan bawang merah asli dengan yang ‘palsu’ bisa deikathui melalui ketika dibelah.

Bawang merah asli mempunyai dua sampai tiga umbi, sedangkan yang ‘palsu’ hanya mempunyai satu umbi.

Selain itu aroma bawang merah asli lebih kuat ketika digoreng dan bawang merah ‘palsu’ mepunyai kadar air yang cenderung banyak.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan