Pemkab Klaim, Kerusakan Fasilitas di Alun-alun Karena Faktor Geografi

Selasa, 6 November 2018 | 18:56 WIB

Kondisi Alun-alun Rembang, yang mengalami kerusakan pada beberapa fasilitasnya, pada Selasa (6/11/2018) siang. Pemkab menduga kerusakan tersebut dipengaruhi oleh letak geografis Kabupaten Rembang yang berada di daerah pesisir. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinperkim) mengklaim bahwa kerusakan sejumlah fasilitas di Alun-alun Rembang dikarenakan oleh faktor geografi.

Sebelumnya, banyak masyarakat yang mengira-ngira kerusakan fasilitas di alun-alun karena pengerjaan proyek pembangunannya tidak sesuai dengan spesifikasi perencanaan.

Kepala Bidang Kawasan Permukiman pada Dinperkim Rembang, Sigit Widyaksono menjelaskan, faktor yang menyebabkan rusaknya beberapa fasilitas di alun-alun, salah satunya adalah karena letak Kabupaten Rembang berada di daerah pantai, sehingga tingkat korosinya besar.

“Ada juga faktor lain yang turut memperparah kerusakan berbagai fasilitas umum di alun-alun, yaitu musim kemarau yang panjang,” katanya.

Ia mengungkapkan, kerusakan bangunan tidak hanya terjadi di kawasan alun-alun. Menurutnya, beberapa bangunan di tempat lain juga mengalami rusak yang diakibatkan oleh musim kemarau yang terlalu lama.

“Kalau kualitas bangunannya (Alun-alun Rembang, red.) sudah bagus. Karena pembangunannya menggunakan material dan konstruksi yang sudah sesuai ketentuan,” ujar Sigit, yang juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Penataan Alun-alun Rembang pada waktu itu.

Sigit mengungkapkan, pada tahun 2019 mendatang pihaknya menganggarkan dana sekitar Rp2,5 miliar untuk penanganan kerusakan sejumlah fasilitas di Alun-alun Rembang.

Ia menjelaskan, anggaran sebanyak itu nantinya digunakan untuk beberapa macam penanganan, yakni untuk penanganan taman, konstruksi, dan biaya pemeliharaannya.

“Kami saudah mencoba memperbaiki, hanya saja tidak bisa maksimal. Karena keterbatasan angaran.

Upayanya ya sebatas memperbaiki pot dan beberapa bagian lainnya yang rusak,” tandasnya ketika disinggung terkait penanganan sementara.

Dari hasil pantauan mataairradio.com pada Selasa (6/11/2018) siang, sekitar 45 “planter box” yang terpasang secara permanen di alun-alun, 12 diantaranya rusak parah dan sembilan lainnya hanya retak di beberapa bagian.

Kemudian, ada sekitar empat pohon yang dalam kondisi mati. Hampir mayoritas tanaman di sana terkesan tak terawat, termasuk kondisi rumput yang mati karena kering. Lalu, lantai yang retak dan terdapat banyak noda.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan