Pemkab Jemput Ratusan Pemudik Rembang dari Jabodetabek

Senin, 13 Juli 2015 | 17:37 WIB
Gapura selamat datang di Kota Rembang. (Foto: mataairradio.com)

Gapura selamat datang di Kota Rembang. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang menjemput ratusan pemudik dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek.

Mereka adalah warga Rembang yang selama ini merantau di wilayah tersebut, baik untuk bekerja maupun kuliah.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Rembang Suyono menyebutkan, Pemkab menyediakan tiga bus, masing-masing dengan kapasitas 56 orang.

“Dua bus dikelola himpunan warga Rembang di Jakarta dan satu bus lagi dikelola paguyuban warga Jawa Tengah sesuai program dari Gubernur,” jelasnya.

Koordinator mudik gratis dari himpunan keluarga Rembang se-Jabodebatek Hengky Condro menjelaskan, dua bus pemudik yang dikelola pihaknya, berisi 112 orang atau masing-masing 56 penumpang per bus.

“Yang tertampung di dua bus ini adalah warga yang lahir di Rembang dan kerja atau kuliah di wilayah Jabodetabek. Dari wilayah Kecamatan Rembang, Lasem, Kaliori, Pamotan, dan Kragan,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan, latar belakang pemudik cukup beragam, mulai dari mahasiswa, buruh pabrik, hingga tenaga satpam. Khusus untuk pekerja pabrik, rata-rata, istri mereka dulu yang pulang mudik, karena suaminya belum masuk cuti Lebaran.

“Kami ini tadi sampai, selamat, pukul 01.30 WIB,” katanya Senin (13/7/2015) pagi.

Kepala Dishubkominfo Rembang kembali mengatakan, layanan mudik gratis akan ditingkatkan kapasitasnya pada tahun depan karena dianggap membantu warga.

“Tetapi anggarannya perlu diitung. Selain itu, mudik gratis dengan beberapa bus secara bersama, diyakini akan mampu menekan risiko kecelakaan,” kata dia.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan