Pemkab Janji Segera Tangani Abrasi Kragan Tahun 2020

Selasa, 2 Juli 2019 | 17:49 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat meninjau secara langsung lokasi yang terkena abrasi di Desa Karanglincak Kecamatan Kragan, Rabu (28/2/2018). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

 

KRAGAN, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menegaskan akan segera menangani bencana abrasi yang terjadi setiap tahun di wilayah Kragan pada tahun 2020, hal tersebut untuk menjawab keresahan warga yang melihat kawasan pantai di Kecamatan Kragan semakin hari semakin memprihatinkan.

Dilansir dari rembangkab.go.id, Bupati Rembang Abdul Hafidz saat memberikan sambutan pada acara Halalbihalal Syekhermania se-Ekskarisidenan Pati di Lapangan Desa Karangharjo Kecamatan Kragan pada Senin (2/7/2019) malam menyatakan bahwa ada lima desa di Kragan yang lokasinya di tepi pantai yang rawan abrasi dan butuh penanganan sesegera mungkin.

Dirinya mengatakan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang pada saat itu hadir di tengah masyarakat Kragan bahwa bulan Januari tahun lalu abrasi sangat parah dan menyebabkan setidaknya dua kuburan di pemakaman umum di kawasan Pantai Desa Kragan lenyap.

“Di wilayah Kragan ini Pak Gubernur, terjadi abrasi setiap tahun. Bahkan kemarin mengerikan ada abrasi di makam sampai mayatnya kelihatan ini memprihatinkan,” ungkap pria asal Pamotan ini.

Dengan adanya penegasan tersebut, Pemkab berharap bisa menjawab keraguan warga terkait penanganan abrasi di wilayah Kragan. Apalagi keluhan tersebut didengar langsung oleh Gubernur karena penanganan abrasi memang harus diusulkan ke Pemerintah Provinsi mengingat wilayah Laut 0-12 Mil dari bibir pantai menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

“Mudah-mudaham nanti tahun 2020 penanganan abrasi di 5 Desa bisa direalisasikan oleh Pak Gubernur,” Pungkas Bupati

Untuk diketahui, Pada 11 Januari 2018 lalu telah terjadi bencana abrasi pantai di desa Karanglincak Kecamatan Kragan. Akibatnya sejumlah fasilitas umum, seperti jalan rabat beton, tanggul mushola, pos nelayan, tebing pantai dan warung milik Tasripah rusak, abrasi juga berdampak di wilayah desa lain seperti desa kragan, Tegalmulyo dan Karangharjo.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan