Pemkab Dianggap Perlakukan Beda Penanganan Pasar Pandangan

Thursday, 26 March 2015 | 17:19 WIB
Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz didampingi Kabid Bina Pasar Dinas Perindagkop dan UMKM Rembang Waras, saat meninjau bangunan yang terbakar, Selasa (24/3/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz didampingi Kabid Bina Pasar Dinas Perindagkop dan UMKM Rembang Waras, saat meninjau bangunan yang terbakar, Selasa (24/3/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

KRAGAN, mataairradio.com – Pemkab Rembang dianggap memberi perlakuan berbeda terhadap penanganan Pasar Pandangan Kecamatan Kragan yang terbakar pada 22 Februari kemarin.

Anggapan itu setelah Pemkab tidak segera memperbaiki los yang terbakar, tetapi menunggu hingga Oktober nanti.

Ketua Komisi B DPRD Rembang Harno memperbandingkannya dengan penanganan kebakaran Pasar Pamotan dan Rembang masing-masing pada 14 Juni dan 7 September 2011.

“Ketika itu, Pemkab memberikan respon cepat dengan membuatkan lapak darurat bagi para pedagang korban kebakaran,” katanya.

Menurut Harno, semestinya terhadap pembangunan kembali Pasar Pandangan yang terbakar, Pemkab juga bisa cepat.

Tarik ulur soal penggunaan anggaran dana tak tersangka seharusnya bisa diselesaikan dengan ketegasan Pemkab mengingat kebakaran itu merupakan musibah.

Kamis (26/3/2015) pagi, Komisi B DPRD Rembang melakukan inspeksi ke Pasar Pandangan.

“Kami ingin mengecek seberapa mendesak pedagang korban kebakaran membutuhkan lapak darurat,” terang Harno.

Seperti diketahui, 17 pedagang yang menghuni 36 kios di los 4 Pasar Pandangan sudah direlokasi.

Sembilan pedagang digeser ke sisi belakang pasar, sedangkan tujuh pedagang lainnya direlokasi ke bangunan bekas musala yang kini sudah tidak aktif.

Tim dari Komisi B menyebut inspeksinya ke Pasar Pandangan bukan sebagai bentuk ketidakpercayaan atas inspeksi yang dilakukan Plt Bupati, sebelumnya.

“Inspeksi ini untuk memastikan urgensi penanganan darurat Pasar Pandangan. Jika sudah mendesak, mestinya Pemkab tegas dan tidak menunda,” katanya.

Apalagi, Pemkab perlu memberikan kenyamanan kepada pedagang, mengingat bulan Puasa tidak lama lagi tiba.

Sebelumnya, Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz yang mengunjungi pedagang korban kebakaran, Selasa (24/3/2015) kemarin, mengaku sedang menghitung kebutuhan anggaran penanganan secara permanen Pasar Pandangan.

“Paling cepat, rehabilitasi Pasar Pandangan akan dilakukan setelah pengesahan APBD Perubahan 2015 atau sekitar bulan Oktober mendatang,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Rembang Muntoha pernah menyebutkan, kebutuhan anggaran perbaikan secara permanen mencapai Rp250 juta.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan