Pemkab Beri Jaminan Kemudahan Investasi, Pengusaha Mempertanyakan

Selasa, 1 Mei 2018 | 19:07 WIB

Acara sarasehan Hari Buruh 1 Mei, di halaman Kantor DPMPTSP dan Naker Rembang. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang menyatakan berkomitmen memberikan jaminan kemudahan investasi bagi penanam modal di daerah ini.

Jaminan kemudahan ini, menurut Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto adalah kemudahan mengurus perizinan.

Bayu menandaskan, kemudahan mengurus perizinan itu berupa pelayanan cepat.

Ia yang hadir pada sarasehan Hari Buruh 1 Mei, di halaman Kantor DPMPTSP dan Naker Rembang menegaskan, bila administrasi lengkap, maka perizinan akan selesai dalam dua jam.

“Yang ditanyakan investor adalah kenyamanan dari Kabupaten Rembang. Kita meminta ke kepala dinas, kalau bisa perizinan harus selesai dalam dua jam,” katanya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Rembang Arif Budiman berpendapat, kemudahan investasi akan memacu produktivitas usaha di kabupaten ini.

Namun ia berharap kepada Pemerintah agar memperhatikan investor lokal, terutama pengusaha pemula.

Menurutnya, jika Pemerintah lebih banyak berpihak kepada investor luar daerah, maka perputaran uang terjadi di wilayah lain.

“Investasi dari Rembang harus kita kuati, terutama pengusaha lokal. Itu akan menumbuhkan ekonomi di Rembang,” katanya.

Jefri Hari Akbar, perwakilan dari Japfa Comfeed yang sebelumnya bekerja untuk PT Malindo Feedmil mempertanyakan komitmen Pemkab dalam menjamin kenyamanan investor.

Sebab, menurut pengalamannya, banyak gangguan yang dialaminya saat akan berinvestasi; mulai dari oknum yang mempersulit perizinan hingga “premanisme” di lapangan.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan