Peminat Tinggi, Pengendara Sepeda Listrik Wajib Berhelm

Kamis, 1 Februari 2018 | 18:45 WIB

Pengguna sepeda listrik saat berhenti di setopan, kawasan Perempatan Jaeni Rembang, Kamis (1/2/2018). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tingkat peminat sepeda motor listrik di Kabupaten Rembang terbilang tinggi.

Di jalanan utama kota, terpantau sudah banyak berseliweran sepeda jenis ini.

Echi Rahmawati, pramuniaga toko sepeda di bilangan Jalan Slamet Riyadi Rembang mengatakan, hampir tiap hari ada pengunjung yang datang ke toko.

“Tiap hari selalu ada yang kesini untuk tanya-tanya seputar sepeda listrik,” katanya kepada mataairadio, Kamis (1/2/2018).

Peminat sepeda listrik, menurutnya, berasal dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan pelajar.

“Harganya mulai Rp4,2 juta hingga Rp6 juta. Januari kemarin, ada enam unit yang terjual,” bebernya.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang AKP Ariakta Gagah Nugraha mengatakan, belum ada regulasi khusus soal sepeda listrik.

“Tetapi sepeda ini masuk kategori kendaraan bermotor,” katanya.

Pihaknya tidak melarang sepeda listrik beroperasi di jalanan. Namun menurutnya, pengendara wajib berhati-hati.

“Sebab, kendaraan ini tidak dilengkapi sein, padahal piranti ini penting,” katanya.

Kasatlantas juga menyarankan pengendara sepeda listrik mengenakan helm.

“Tidak harus helm layaknya sepeda motor, tetapi bisa mengenakan helm yang biasa dipakai oleh peseda ontel,” katanya.

Di Kabupaten Rembang, peminat sepeda listrik merebak sejak 2016.

Bagi sebagian pengguna, sepeda listrik cocok untuk berpergian pada jarak dekat. Selain itu juga tak perlu bayar pajak.

Namun, sebagian masyarakat mengkhawatirkan penggunaan sepeda listrik di jalanan ramai oleh anak-anak.

Warga berharap supaya penggunaan sepeda listrik tetap diawasi agar tertib.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan