Massa Kawal Musyawarah Pemilihan Penjabat Kades Sidorejo

Selasa, 18 Februari 2014 | 15:21 WIB
 Seratus lebih warga Desa Sidorejo Kecamatan Sedan mendatangi Kantor Balai Desa setempat guna mengawal jalannya musyawarah pemilihan penjabat kades, Selasa (18/2) pagi. (Foto:Puji)

Seratus lebih warga Desa Sidorejo Kecamatan Sedan mendatangi Kantor Balai Desa setempat guna mengawal jalannya musyawarah pemilihan penjabat kades, Selasa (18/2) pagi. (Foto:Puji)

SEDAN, MataAirRadio.net – Seratus lebih warga Desa Sidorejo Kecamatan Sedan mendatangi Kantor Balai Desa setempat, Selasa (18/2) pagi. Mereka mengawal jalannya musyawarah pemilihan penjabat kades, sepeninggal lengser Sholih dari kursi jabatan Kepala Desa Sidorejo.

Musyawarah ini adalah yang kedua, sebagai buntut protes warga terhadap keabsahan musyawarah sebelumnya. Musyawarah pertama pada 3 Februari lalu mengamanatkan Sholih sebagai penjabat Kepala Desa Sidorejo. Namun warga menolaknya karena tidak melibatkan unsur di desa secara utuh dan digelar tidak secara terbuka.

Pada musyawarah kali ini, Camat Sedan Wahyoe Oetomo, Kapolsek Sedan AKP I Made Hartawan, dan Anggota Komisi A DPRD Rembang, hadir secara langsung. Namun Sholih absen tanpa alasan yang jelas. Laporan pertanggungjawaban kades pun gagal tersampaikan.

Abdul Mun’im, salah satu tokoh masyarakat Desa Sidorejo mengatakan, laporan pertanggungjawaban mestinya disampaikan oleh kades saat masa jabatannya berakhir. Dia berharap kepada Camat Sedan agar turut memberikan batas waktu penyampaian laporan itu.

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Rembang Gatot Paeran menyarankan agar musyawarah kali ini fokus pada pemilihan penjabat kepala desa. Menurutnya, karena laporan pertanggungjawaban kades adalah wajib, penyampaiannya bisa ditunda.

Gatot berharap agar Camat Sedan melalui Kepala Seksi Pemerintahan membantu menjembatani penyampaian segera pertanggungjawaban dari Kades Sidorejo kepada masyarakat, sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Ketua BPD Sidorejo Nizar mengaku sudah melayangkan surat kepada Sholih selaku kepala desa yang berakhir masa jabatannya, agar segera menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPj). Namun hingga digelarnya musyawarah pagi itu, suratnya tidak digubris Sholih.

Melalui musyawarah tercapai mufakat, Muslih, salah satu tokoh masyarakat Desa Sidorejo sekaligus pensiunan pegawai Kecamatan Sedan, dipercaya mengemban jabatan Penjabat Kades setempat. Muslih mengaku siap membantu menguak ketidakberesan yang diduga dilakukan oleh Sholih sebagai kades kala itu.

Pasca-mufakat itu, massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Desa Sidorejo (Ampedes) membubarkan diri. Hanya saja, dalam perjalanan pulang, mereka meluapkan kekecewaannya karena ketidakhadiran Sholih. Rumah Sholih yang berada seratus meter utara balai desa, dilempari kerikil dan ditempeli poster berisi tuntutan pertanggungjawaban penjualan aset desa.

Namun rumah Sholih tampak kosong. Dia diduga sengaja menghindar. Padahal, warga masih menjumpai Sholih berada di rumah pada Senin (17/2) malam. Sholih tinggal di rumah itu bersama seorang istri dan satu orang anak. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan