Ada 253 Pemilih Khusus Pilpres 2014 di Rembang

Sabtu, 28 Juni 2014 | 17:20 WIB
Anggota KPU Kabupaten Rembang, Maftuhin (Foto:kpud-rembangkab.go.id)

Anggota KPU Kabupaten Rembang, Maftuhin (Foto:kpud-rembangkab.go.id)

REMBANG, MataAirRadio.net – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang menetapkan 253 pemilih dalam daftar pemilih khusus atau DPK pada Pilpres 9 Juli 2014. Penetapan DPK Pilpres ini digelar di Teras Kota, Jalan Wahidin Rembang, Sabtu (28/6) pagi.

Sebelumnya, pada 7 Juni kemarin, KPU Kabupaten Rembang telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 479.146 orang. Mereka yang masih terlewat dari DPT, kemudian dimasukkan dalam DPK Pilpres 2014.

Komisioner KPU Kabupaten Rembang Maftuhin menyebutkan, dua kecamatan yakni Sluke dan Kragan, tidak mencatatkan pemilih khusus. DPK paling banyak masuk dari Kecamatan Rembang, dengan 65 orang, yang kesemuanya berasal dari penghuni rumah tahanan atau rutan.

Setelah penetapan DPK ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga masih memberi kesempatan kepada pemilih untuk tetap menggunakan hak suaranya, meski terpaksa harus bepergian ke luar kota karena urusan pekerjaan atau kepentingan lain.

Namun ada syaratnya. Persyaratannya menurut Maftuhin, pemilih harus mengurus formulir A5 dari PPS atau panitia pemungutan suara di kelurahan/desa asal. Pengurusan A5 di PPS asal bisa dilakukan maksimal tiga hari sebelum coblosan atau terakhir 6 Juli mendatang.

Maftuhin mengingatkan, mereka yang mengajukan formulir A5 mestinya sudah terdaftar di DPT. Menurutnya, hingga Sabtu (28/6), sudah ada 15 pemohon A5 dari Kecamatan Lasem, Bulu; 8, dan Rembang; 5.

Pihak KPU Kabupaten Rembang nantinya juga akan memperlakukan khusus, pemilih yang dirawat di rumah sakit ataupun yang mendekam di rumah tahanan dan sel tahanan kepolisian.

Perlakuan khusus ini dilakukan dengan cara tetap memfasilitasi mereka untuk memilih, setelah sebelumnya didata dan dibantu pengurusan A5-nya, maksimal H-3 sebelum Pilpres 9 Juli 2014. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan