Pemetaan Pilkada Tunggu Hasil Pilkades Serentak

Rabu, 26 Juni 2019 | 18:13 WIB

ilustrasi. (foto: okezone.com)

REMBANG, mataairradio.com – Setahun jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, kondisi politik di Rembang masih belum terlihat bergeliat.

Hal itu dikarenakan pemetaan politik di kabupaten ini masih dipengaruhi oleh banyak faktor. Seperti Pasca Pemilu 2019 dan Pilkades serentak pada akhir tahun 2019 nanti.

Pengamat politik dari Akademi Komunitas Semen Indonesia (AKSI) Rembang Sugihariyadi menilai, bahwa secara administratif perolehan kursi memang sudah bisa dipetakan, dengan asumsi ada empat kandidat.

Misalnya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang pada Pemilu 2019 lalu mendapatkan 10 kursi dapat mencalonkan sendiri, Kemudian PKB dan Nasdem yang menempati urutan kedua dan ketiga hanya membutuhkan tambahan satu dua kursi.

“Hal itu tidak bisa ditebak, karena politik kadangkala bersifat dinamis, sehingga dapat berubah sewaktu-waktu,” ujarnya.

Pria asal Desa Jukung Kecamatan Bulu ini menambahkan bahwa faktor Pilkades serentak akhir tahun ini (2019) juga sangat berpengaruh. Sehingga pihak-pihak yang berkeinginan mengikuti kontestasi mampu memetakan mesin politiknya ditingkat desa.

“Pilkades walau bagaianapun tetap terkait dengan Pilkada, karena para politisi bisa melihat jagoannya di desa-desa jadi atau tidak,” ungkapnya.

Dirinya menganalisa, kemungkinan calon yang mengikuti kontestasi Pilkada pada 2020 mendatang jumlahnya lebih sedikit atau bahkan hanya dua calon (head to head), walaupun masyarakat mengharapkan banyak calon yang maju, karena alternatif pilihan pemimpin lebih banyak.

Terkait isu adanya calon perseorangan, Sugihariyadi juga mengapresiasi karena ada pilihan yang lain, dan kemungkinan untuk menang jika berkaca pada Pilkada 2015 lalu tentu masih ada.

“Ya bagus, jika ada calon independen. Ini artinya demokrasi sudah berjalan dan diterima secara matang oleh masyarakat,” pungkasnya.

Untuk calon Kepala Daerah (Bupati/Walikota) sendiri secara administratif membutuhkan 20 persen jumlah kursi di daerah pemilihan, sebagaimana diatur sesuai dengan Undang-undang Nomor 10, Tahun 2016, Pasal 40.

Untuk Kabupaten Rembang karena jumlah kursi di DPRD berjumlah 45, maka diperlukan 9 kursi untuk maju.

Sedangkan syarat dukungan calon perseorangan yang maju pada pilkada, yaitu 6,5 persen hingga 10 persen dari jumlah pemilih (DPT pilkada terakhir).

Rinciannya, yaitu 10 persen untuk jumlah DPT 2 juta; 8,5 persen untuk jumlah DPT antara 2 juta-6 juta; 7,5 persen untuk jumlah DPT 6 juta-12 juta; dan 6,5 persen untuk jumlah DPT lebih dari 12 juta.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan