Pemerintah Rembang Didesak Operasi Pasar Jelang Ramadhan

Sabtu, 6 Juni 2015 | 17:01 WIB
Seorang pedagang di Pasar Lasem menata bawang merah yang sekarang harganya melambung tinggi. (Foto: Portal KBR)

Seorang pedagang di Pasar Lasem menata bawang merah yang sekarang harganya melambung tinggi. (Foto: Portal KBR)

 
REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang didesak untuk menggelar operasi pasar menjelang Ramadhan 1436 Hijriah.

Pasalnya, saat ini, hampir seluruh harga kebutuhan pokok masyarakat mulai mengalami pelonjakan.

Suparno, salah seorang warga mengatakan, operasi pasar diperlukan agar kenaikan harga beberapa bahan kebutuhan pokok, bisa ditekan.

“Operasi pasar tidak harus dilakukan di pusat kota, tetapi bisa di beberapa kecamatan seperti Gunem, Sedan, dan Sarang,” katanya kepada mataairradio.

Menurutnya, operasi pasar sangat penting di tengah melambungnya harga beras premium, yang naik dari Rp9.500 menjadi Rp10.400 per kilogram.

Begitu pula dengan harga bawang merah yang bertengger tinggi, Rp35.000 per kilogram.

“Dengan operasi pasar, masyarakat akan bisa beribadah tenang di bulan Puasa, tanpa terbebani harga-harga yang serba mahal,” tandasnya.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang Sugiyanto menganggap belum perlu ada operasi pasar pada saat ini.

“Operasi pasar itu terbatas pada masalah anggaran. Kami akan terlebih dahulu melakukan survei harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar,” katanya.

Jika dari hasil survei, lonjakan harga komoditas pokok sudah di atas 10 persen, maka operasi pasar bisa dipertimbangkan dilakukan.

“Monitor harga kebutuhan pokok masyarakat akan kami lakukan mulai H-7 Ramadhan hingga tujuh hari setelah Idul Fitri,” terangnya.

Hasil monitoring itu akan dilaporkan secara intens kepada Bupati. Apabila kenaikan harga bahan-bahan pokok itu bersifat mencolok, pihaknya juga segera berkoordinasi dengan lintas sektor.

“Misalnya berkoordinasi dengan Bagian Perekonomian dan Dinas Pertanian terkait ketersediaan dukungan anggaran,” jelasnya.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan terkait dengan penggunaan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

“Hal itu mungkin dilakukan untuk menopang kemungkinan pelaksanaan operasi pasar,” katanya.

Pihaknya pun setuju kalau operasi pasar dilakukan tidak hanya di pusat kota, tetapi di sejumlah daerah yang dianggap perlu. Namun dia kembali beralasan soal keterbatasan anggaran.

“Persoalan penyikapan kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok ini akan dibahas dalam rapat Ekuinda, 11 Juni nanti,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan