Pemerintah Moratorium Penambahan Desa

Sunday, 8 November 2015 | 21:19 WIB
Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Marwan Ja'far seusai berdialog dengan para kepala desa di Rembang, Minggu (8/11/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Marwan Ja’far seusai berdialog dengan para kepala desa di Rembang, Minggu (8/11/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah menyatakan moratorium atau menangguhkan penambahan desa baru, meskipun saat ini beberapa desa menginginkan pemekaran.

“Boleh saja (menginginkan pemekaran). Silakan diurus. Tapi untuk sementara ini, kita menerapkan kebijakan moratorium untuk tidak menambah desa kita,” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Ja’far di Rembang, Minggu (8/11/2015) pagi.

Menurutnya, jumlah desa di Indonesia yang saat sekarang sudah 74.093 desa, sudah cukup, sehingga fokusnya adalah membangun desa yang ada dan memberdayakannya.

“Kita tidak membuka lagi pendaftaran desa-desa,” tegasnya seusai dialog dengan para kepala desa dan lurah di Pendapa Museum Kartini Rembang.

Marwan tidak bisa memastikan sampai kapan moratorium penambahan atau pemekaran desa diterapkan oleh Pemerintah Pusat, bahkan tentang kemungkinannya dicabut pada tahun depan.

“Soal sampai berapa tahun (moratorium penambahan desa), itu urusan Mendagri,” katanya menekankan.

Di Rembang, wacana pemekaran sempat mengemuka untuk Kelurahan Leteh Kecamatan Rembang. Sebagian warga menginginkan Leteh dipecah, menjadi kelurahan dan desa.

“Misalnya dari eks stasiun ke utara masuk area kelurahan, sedangkan Tawangsari ke selatan menjadi desa,” ujar Suparno, salah satu warga Dukuh Tawangsari Kelurahan Leteh Kecamatan Rembang, baru-baru ini.

Menurutnya, pemecahan itu guna meningkatkan roda pembangunan karena jika masih bertahan dengan status kelurahan, penanganan persoalan infrastruktur dan kemiskinan ditengarai tidak bisa optimal.

“Jumlah penduduk Kelurahan Leteh cukup besar, sementara masih banyak keluarga miskin yang belum tertangani. Pemkab perlu mengkaji hal ini,” terangnya.

Lurah Leteh, Haryono kepada wartawan mengatakan, jumlah penduduknya mencapai 6.100 orang dan tersebar di 26 RT. Ia mengakui, populasi penduduk di kelurahannya terbilang besar, tetapi luas wilayahnya masih mudah dijangkau.

“Penduduknya memang besar, tapi wilayah kami sempit dan masih mudah dijangkau. Biar saja tetap menjadi kelurahan. Hanya memang usulan dari Leteh, dalam hal pembangunan infrastruktur, jangan ditanggapi. Beda dengan desa yang kini dapat banyak dana,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan