Pemerintah Diminta Segera Kendalikan Harga Garam Rakyat

Saturday, 9 September 2017 | 07:39 WIB

Seorang petani garam memanen komoditasnya di tambak garam Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang, Selasa (29/8/2017). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

KALIORI, mataairradio.com – Pemerintah diminta segera mengendalikan harga garam rakyat seiring harga komoditas itu yang terus menurun.

Harga garam dengan kualitas umum putih di tingkat petani pada Sabtu (9/9/2017) di kisaran Rp1.000 per kilogram setelah sebelumnya sempat mencapai Rp4.000 per kilogram.

Sementara harga garam kualitas terbaik atau yang diproduksi dari media geomembran Rp1.300-Rp1.400 per kilogram.

Para petani khawatir harga garam akan terus bergerak turun menyusul puncak musim kemarau tahun ini.

Hendro petani garam di Desa Dresi Kulon Kecamatan Kaliori berharap intervensi Pemerintah diperlukan agar harga garam tidak jatuh terlalu ekstrem.

Menurutnya, Pemerintah perlu segera bertindak sehingga harga garam tidak sampai berada di bawah Rp800 per kilogram.

“Kalau harga garam bisa distabilkan di Rp800 per kilogram, petani terutama yang buruh garap masih bisa bicara untung,” katanya kepada mataairradio.com.

Selain masih memberikan keuntungan bagi petani termasuk buruh garap, jika harga garam Rp800 per kilogram maka petani tidak akan memilih menimbun hasil produksi.

“Saya dan para petani garam lainnya, belum ada yang menyetok hasil panen. Semuanya dijual. Saya baru saja menjual 12 ton garam. Saya belum punya timbunan,” katanya.

Ia menyatakan baru akan mempertimbangkan menimbun hasil produksi garam di gudang apabila harga komoditas itu sudah tidak lagi terkendali atau di bawah Rp800 per kilogram.

“Saya pribadi akan berpikir menyimpan garam di gudang jika harga sudah Rp600 per kilogram,” ujarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan