Pemerintah Berjanji Akan Segera Tangani Abrasi Pantai di Kragan

Rabu, 28 Februari 2018 | 19:30 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat meninjau secara langsung lokasi yang terkena abrasi di Desa Karanglincak Kecamatan Kragan, Rabu (28/2/2018). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

KRAGAN, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang berjanji akan segera menangani dampak abrasi pantai di empat desa di Kecamatan Kragan.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyebutkan, empat desa yang akan segera ditangani itu adalah Desa Tegalmulyo, Kragan, Karangharjo, dan Desa Karanglincak.

Ia menilai, selama ini penanganan dampak abrasi hanya dianggarkan Rp200 sampai Rp300 juta, sehingga pelaksanaannya tidak mampu berjalan secara maksimal.

“Abrasi ini harus kita tangani serius, kalau hanya setengah-setengah, angaran dua ratus juta tiga ratus juta itu bablas ketika kena ombak. Makanya kami ingin menangani serius dengan konsultan yang benar-benar tangguh dalam menanganani itu (Dampak Abrasi, red.).

Anggaran pun kita rencanakan lima sampai sepuluh miliar untuk empat desa, sehingga penanganan abrasi ini bisa benar-benar terselesaikan,” ujarnya.

Hafid berjanji, perencana penanganan dampak abrasi akan segera dibuat pada tahun ini, sehingga dapat direalisasi pada 2019 mendatang.

Menurutnya, dampak abrasi pantai di Kabupaten Rembang terlalu panjang, sehingga pemerintah tidak mampu untuk menanganinya secara menyeluruh.

“Kita usulkan (penanganan abrasi, red.) sekarang. Kerusakannya panjang. Kalau kita menangani 100 persen semuanya ya tidak kuat kita. Yang parah-parah saja kita tangani,” tuturnya.

Ia menambahkan, selama ini tanggul penahan ombak yang sebelumnya sudah dibangun untuk mengatasi abrasi pantai sering hancur karena kontruksi bangunannya dinilai kurang kokoh.

“Ini saya meninjau ke lokasinya langsung untuk memastikan, bagaimana kondisi yang sebenarnya, sehingga dapat memberikan solusi yang sesuai untuk menangani dampak abrasi,” pungkasnya, Rabu (28/2/2017).

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Arif Bahtiar

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan