Polisi Bekuk Pembobol Laut Bonang, Pelakunya Bekas Karyawan

Tuesday, 6 January 2015 | 18:34 WIB
Kasatreskrim polres rembang AKP eko adi pramono menunjukkan barang bukti yang berhasil diamankan dari para pelaku pencurian di ruang kerjanya, selasa (6/1/2015). (Foto:Pujianto)

Kasatreskrim polres rembang AKP eko adi pramono menunjukkan barang bukti yang berhasil diamankan dari para pelaku pencurian di ruang kerjanya, selasa (6/1/2015). (Foto:Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Polisi membekuk dua orang tersangka pelaku pembobolan toko alat komunikasi “Laut Bonang” di bilangan Jalan Pemuda Rembang, Senin (5/1/2015) tengah malam atau sekitar pukul 00.00 WIB.

Mereka ditangkap hanya dalam selang waktu tiga jam sejak manajemen Laut Bonang melaporkan pencurian di toko itu pada sekitar pukul 21.00 WIB.

Dua tersangka itu Muhammad Afian Arnas (22) dan Muhammad Tajmuddin Ayub (20), warga Sumbergirang Kecamatan Lasem.

Keduanya beraksi, Senin (5/1/2015) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Tajmuddin memanjat tembok sisi utara, masuk ke lantai tiga dan merusak jendela dengan linggis agar bisa masuk ke toko.

Sementara Afian, menunggu di gang, sambil memantau situasi.

Manajer Laut Bonang Yenni Susanti mengungkapkan, ada 29 ponsel berbagai merek yang hilang. Brankas berisi uang tunai Rp110 juta juga turut raib.

Dia mengaku tak menyangka kalau pelaku pencurian adalah Tajmuddin, bekas karyawan tokonya yang sudah berhenti bekerja sekitar empat bulan lalu.

“Aksi pencuri itu terekam CCTV. Yang tertangkap kamera hanya satu orang. Dia pakai penutup wajah. (Tajmuddin) memang pernah kerja di tempat kita, tetapi keluar 4-5 bulan lalu,” ungkap Yenni.

Tajmuddin mengaku nekat mencuri karena sakit hati. Ijazahnya sempat lama ditahan oleh manajemen toko, padahal dia telah berhenti kerja karena habis kontrak pada September 2014.

“Namun ijazah akhirnya dikembalikan, seminggu hari ini,” ungkap Tajmuddin.

Manajemen beralasan, ijazah Tajmuddin ditahan karena masih memiliki tanggungan dengan pelanggan.

Merasa diperlakukan buruk, dia menaruh dendam kepada pemilik Laut Bonang. Berbekal pengalaman kerja dua tahun, dia tahu situasi di dalam toko.

Dia mengaku mengenakan penutup wajah saat beraksi. Namun soal selisih barang bukti yang diamankan polisi dengan yang dilaporkan hilang oleh pihak Laut Bonang, Tajmudin mengaku tidak sampai menggunakan uang atau menjual ponsel curiannya.

“Saya belum sampai menggunakan uang atau menjual hape-nya. Brankas memang tak buka. Uangnya ya itu,” ungkapnya.

Polisi mengamankan barang bukti uang tunai Rp86,2 juta, 17 unit ponsel berbagai merek, sebatang linggis, penutup wajah, sepatu warna putih-hijau, dan Yamaha Jupiter MX, sebagai barang bukti. Tajmuddin dan Afian masih diperiksa intensif hingga Selasa (6/1/2015) siang.

Kapolres Rembang AKBP Muhammad Kurniawan mengaku masih melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan pelaku lain.

“Penyidikan belum akan berhenti. Kita masih perlu dalami, soal kemungkinan pelaku lain,” katanya.

Polisi menjerat dua tersangka pelaku itu dengan Pasal 363 Ayat 1 dan 2 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, yang ancaman pidananya sembilan tahun penjara.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan