Pembebasan Tanah Jalan Lingkar Rembang Jadi Perbincangan

Kamis, 22 Oktober 2015 | 18:26 WIB
Jalur Tireman-Pamotan akan terpotong Jalan Lingkar Rembang di wilayah Desa Kasreman Kecamatan Rembang. (Foto: Arif Bahtiar)

Jalur Tireman-Pamotan akan terpotong Jalan Lingkar Rembang di wilayah Desa Kasreman Kecamatan Rembang. (Foto: Arif Bahtiar)

 

REMBANG, mataairradio.com – Rencana Pemerintah Pusat membuat Jalan Lingkar Rembang pada 2017, memantik tanggapan dari masyarakat di kabupaten ini.

Persoalan pembebasan tanah, seketika menjadi perbincangan hangat di kalangan warga pemilik lahan.

Sumijan, warga Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori, Kamis (22/10/2015) siang mengatakan, Kabupaten Rembang sudah waktunya memiliki jalan lingkar.

“Tetapi, Pemerintah mesti menyosialisasikannya lebih dulu kepada warga yang lahannya akan menjadi perlintasan,” katanya

Sosialisasi itu menurutnya termasuk rencana pembebasan lahan.

Agar tidak gaduh, Sumijan mengusulkan kepada Pemerintah agar melakukan pendekatan yang manusiawi.

“Pembebasan tanah diupayakan tidak merugikan warga pemilik lahan. Dan agar Pemerintah Pusat merangkul pemerintah daerah, kecamatan, dan desa,” tegasnya.

Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) V Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat merencanakan, Jalan Lingkar Rembang melintasi tiga kecamatan, yaitu Kaliori, Rembang, dan Lasem.

Bentangannya direncanakan mulai Banyudono-Kaliori hingga Tasiksono-Lasem.

Survei sudah dilakukan dan master plan Jalan Lingkar Rembang, kini sedang dalam proses pembuatan di Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional.

Kepala Desa Dasun Sujarwo memperkirakan, pembuatan jalan lingkar akan memakan banyak lahan pertanian dan tambak warga di wilayahnya.

Dia bersepakat, Pemerintah melakukan sosialisasi sejak dini, agar warga mengerti, termasuk persoalan pembebasan tanah yang tidak membuat kerugian bagi pemilik lahan.

“Kalau lahan hak milik dan banda desa, mestinya ada ganti rugi. Tetapi kalau di luar itu tidak terlalu jadi masalah lah. Intinya sosialisasi dulu biar nanti kami ikut meneruskan sosialisasi,” katanya.

Sujarwo pun menilai, sudah saatnya Rembang memiliki jalur lingkar, untuk mengatasi kemacetan di Jalur Pantura.

Penjabat Sekda Rembang Hari Susanto menguraikan, Jalan Lingkar Rembang direncanakan bermula dari wilayah Desa Banyudono kemudian melintasi wilayah Desa Pengkol, Gunungsari, dan Sedangangung di Kecamatan Kaliori.

Selanjutnya di wilayah Kecamatan Rembang, jalur lingkar akan melintasi wilayah Desa Ngadem, Mondoteko, Kedungrejo, Sridadi, Padaran, dan Tlogomojo serta Kasreman.

Adapun di wilayah Kecamatan Lasem, akan melintasi wilayah Desa Gedongmulyo, Dasun, dan tembus Tasiksono.

Menurut Hari, Pemerintah berharap kerjasama dari masyarakat, terutama warga yang lahannya akan dimanfaatkan untuk pembangunan jalan lingkar.

Pemerintah memilih jalan baru daripada memanfaatkan jalan yang ada untuk membuat Jalan Lingkar Rembang, karena dampak sosialnya dianggap lebih kecil.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan