Pembangunan di Rembang Tak Sejalan dengan Musrenbang

Kamis, 29 Mei 2014 | 17:17 WIB
Ketua DPRD Kabupaten Rembang Sunarto saat memberikan paparan di Musrenbangkab, Kamis (27/3) siang. (Foto:Pujianto)

Ketua DPRD Kabupaten Rembang Sunarto saat memberikan paparan di Musrenbangkab, Kamis (27/3) siang. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pemkab Rembang dianggap tidak mampu menyelaraskan sejumlah program pembangunan antara rencana dan kenyataannya. DPRD Kabupaten Rembang menyebut sinkronisasi antara perencanaan pembangunan dengan realisasi kegiatan masih perlu ditingkatkan.

“Bappeda agar meningkatkan sinkronisasi antara perencanaan pembangunan dengan realisasi kegiatan, agar kegiatan menjadi sesuai dengan rencana. Sepanjang 2013, pembangunan jalan dan jembatan belum bagus dan mulus sebagaimana visi Bupati dalam RPJMD Rembang,” ucap Sekretaris DPRD Achmad Mualif yang membacakan Rekomendasi DPRD atas LKPj Bupati Rembang tahun 2013, Rabu (28/5) kemarin.

Pihak Komisi C DPRD Kabupaten Rembang selaku pemegang fungsi koordinasi dengan Bappeda menjelaskan, tidak sinkronnya perencanaan dengan realisasi kegiatan berdampak pada dipertanyakannya efektifitas musyawarah perencanaan pembangunan atau musrenbang.

“Ketidaksinkronan ini terjadi hampir setiap tahun. Beberapa perwakilan Kades menganggap hasil musrenbang mulai dari tingkat desa hingga di level kabupaten, tidak sinkron dengan realisasi pembangunan,” kata Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Rembang Puji Santoso.

Sinkronisasi antara rencana dengan realisasi pembangunan perlu diperbaiki, agar tidak mengesankan musrenbang sebagai formalitas belaka. Mestinya, menurut Puji, musrenbang dijadikan sumber utama untuk membangun. Sejauh ini, antara Musrenbang dengan RKPD, KUA-PPAS, dan RAPBD, saling ada yang tidak sinkron.

“Usulan yang dibutuhkan tidak terwujud, tetapi yang nggak penting (bagi masyarakat) justru dibangun. Jika ketidaksinkronan ini berlanjut, semangat bermusyawarah akan terganggu. Bisa muncul kesan, pembangunan hanya titipan perseorangan, bukanlah kebutuhan masyarakat,” sambungnya.

Ketua DPRD Kabupaten Rembang Sunarto menambahkan, rekomendasi LKPj Bupati 2013 sekaligus sebagai koreksi agar laju pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan menjadi lebih baik.

“Imbauan, saran, maupun koreksi yang merupakan rekomendasi DPRD terhadap pelaksanaan Pemerintahan tahun 2013. Agar pelaksanaan menjadi lebih baik sesuai dengan perencanaan yang digariskan dan harapan masyarakat,” katanya.

Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, rekomendasi dari DPRD akan dijadikan sarana dan pijakan untuk memperbaiki pembangunan dan kualitas pemerintahan sepanjang 2014.

“Dari rekomendasi DPRD itu, ada yang bisa ditindaklanjuti segera. Namun ada yang perlu ditelaah lebih dulu, karena menyita banyak sumber daya dan anggaran,” katanya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan