Realisasi Pembangunan Museum Bahari Rembang Masih Gelap

Rabu, 31 Desember 2014 | 18:52 WIB
Situs kapal kuno di Desa Pujulharjo Rembang (Foto:indocropcircles.files.wordpress.com)

Situs kapal kuno di Desa Pujulharjo Rembang (Foto:indocropcircles.files.wordpress.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Realisasi pembangunan Museum Bahari di wilayah Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang belum ada kejelasan alias masih gelap hingga 31 Desember 2014. Padahal, rencana pembangunannya sudah bergulir sejak Agustus 2011 silam.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rembang Sunarto menjelaskan, realisasi rencana pembangunan Museum Bahari sebagai salah satu cara melestarikan temuan situs perahu kuno, menjadi kewenangan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

Hingga Rabu (31/12/2014) ini, pihaknya belum mendapat informasi mengenai kapan rencana pembangunan museum direalisasikan.

“Nggak aktif menghubungi karena Rembang hanya menjadi lokasi. Namun, tahun depan, Rembang mendapat kucuran Rp1,8 miliar untuk penataan areal sekitar situs,” ungkapnya kepada mataairradio.com.

Sunarto menyebutkan, dana dari Pemerintah Pusat itu akan digunakan untuk menata infrastruktur seperti arena parkir, fasilitas mandi cuci dan kakus atau MCK, serta fasilitas pendukung lain.

“Ya. Penataan (areal sekitar situs perahu kuno) akan dilakukan pada 2015,” tandasnya.

Penataan itu akan diintegrasikannya dengan Pantai Karangjahe, yang pada tahun depan juga akan digelontor anggaran Rp1,5 miliar.

Begitu penataan di dua objek itu selesai, nantinya akan dilengkapi dengan papan penunjuk yang memadai bagi wisatawan.

Sementara mengenai perendaman bangkai perahu kuno dengan cairan kimia untuk mengawetkannya, Sunarto juga belum sekalipun mendapat kabar dari BPCB.

“Tapi, kunjungan maupun penelitian sejarah situs disebut masih ramai,” pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah kabupaten telah membebaskan lahan untuk lokasi situs seluas 5.300 meter persegi dan perbaikan akses jalan masuk. Informasi yang dihimpun, lahan seluas lima hektare untuk keperluan museum, ternyata belum beres.

Sebagaimana diketahui, perahu kuno itu ditemukan sejumlah warga Desa Punjulharjo akhir Agustus 2008. Perahu kuno yang kurang lebih masih utuh sekitar 70 persen itu memiliki panjang sekitar 17 meter dan lebar lima meter.

Di dalam perahu itu ditemukan kepala arca wanita berparas etnis Tionghoa yang terbuat dari batu, patahan tongkat kayu sepanjang sekitar 40 sentimeter, tulang manusia, dan sejumlah peralatan dapur.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan