Pembangunan Infrastruktur Rembang 2015 Terancam

Sabtu, 14 Maret 2015 | 14:21 WIB

Tim dari Kejari Rembang saat melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan drainase di wilayah Dusun Nganguk Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori, Rabu (4/3/2015) kemarin. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Rembang pada 2015 terancam terhambat, bahkan tak berjalan.

Hal itu karena sejumlah petinggi di Dinas Pekerjaan Umum Rembang kini sedang dalam bidikan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Informasi yang dihimpun mataairradio, beberapa pejabat di DPU disebut mulai ogah meneken rencana kegiatan tahun ini.

Padahal rencana proyek segera memasuki tahapan lelang pekerjaan.

Sekda Rembang Hamzah Fatoni memilih bungkam ketika dikonfirmasi mengenai persoalan itu.

“Jangan ditanya soal itu dulu lah. Kami minta dukungan agar program pembangunan terus berjalan,” ujar Sekda.

Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Rembang Eko Yuristianto mengaku terus intensif mengumpulkan data dan keterangan, menindaklanjuti perintah Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

“Masih banyak yang perlu kami cek (proyek yang diduga bermasalah),” ungkapnya.

Hingga Sabtu (14/3/2015) ini, pihak Kejaksaan belum memastikan dugaan permasalahan pada sejumlah proyek di lingkup Dinas Pekerjaan Umum.

Mereka masih terus melakukan pengecekan di lapangan. Proyek yang dikerjakan DPU pada 2014, hampir semuanya dipelototi.

Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Rembang, pemeriksaan dilakukan tidak hanya terhadap kesesuaian kualitas, tetapi juga kapasitas proyek yang mesti diselesaikan.

Sembari merampungkan proses pengumpulan data, sejumlah pejabat DPU telah dipanggil untuk diperiksa di Kejati Jawa Tengah.

Status mereka masih sebagai saksi, namun berkembang kabar ada salah satu yang berpotensi kuat dijadikan sebagai tersangka.

Eko enggan membeber siapa saja pejabat yang sudah dipanggil.

“Namun jumlahnya sekitar lima orang,” katanya sekaligus berjanji segera membeber hasil pengumpulan data ke Kejati.

Mengenai muatan politik di balik penyelidikan kualitas proyek di Dinas Pekerjaan Umum Rembang, pihak Kejaksaan membantah keras apabila dikaitkan dengan momen Pilkada Rembang.

“Temuan-temuan pada proyek itu sudah diendus sejak beberapa lama. Sebagian merupakan temuan dari Kejati, sedangkan sebagian lain adalah temuan dari Kejari Rembang,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan