Pemantau Pilkada di Rembang Masih Sepi Peminat

Sabtu, 10 Oktober 2015 | 18:06 WIB
Maskot Pilbup Rembang 2015. (Foto: Pujianto)

Maskot Pilbup Rembang 2015. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Pemantau pelaksanaan tahapan Pilkada 2015 di Kabupaten Rembang sepi peminat. Sejak dibuka oleh KPU 6 Juli 2015, belum satupun lembaga yang mendaftar, setidaknya sampai Sabtu (10/10/2015) ini.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Rembang Minanus Suud menyatakan sudah berusaha mengumumkan pendaftaran pemantau pilkada melalui media dalam jaringan dalam hal ini laman resmi KPU dan di papan pengumuman di kantor setempat.

“Belum ada yang mendaftar sejauh ini,” ujarnya ketika dihubungi mataairradio mengenai perkembangan pendaftaran pemantau Pilkada di Rembang.

Dia mengungkapkan, sempat ada dari kalangan siswa melalui OSIS, yang mengajukan mendaftar sebagai pemantau pilkada. Tetapi Suud menjelaskan, pemantau ini diikat oleh syarat tertentu.

“Ada syarat tertentu seperti badan hukum, kepengurusan, dan sekretariat yang jelas, sehingga KPU tidak bisa serta merta memberikan akreditasi kepada OSIS untuk jadi pemantau pilkada,” tandasnya.

Ketua KPU menyebutkan, pendaftaran pemantau Pilkada 2015 Rembang akan ditutup pada 2 November mendatang. Suud mengakui, potensi pilkada tanpa lembaga pemantau, tidak merisaukan.

“Tidak ada yang daftar, tidak masalah. Masyarakat, pers, dan panitia pengawas di tiap tingkatan masih bisa memantau,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan, biasanya, ada lembaga pemantau pemilu dari Jakarta. Tetapi tahun ini, karena pilkada dilakukan secara serentak di 269 kabupaten/kota dan provinsi, Suud menduga lembaga pemantau menghitung ulang pendanaan mereka.

“Banyak yang Pilkada, jadi mungkin mereka masih berhitung lagi soal anggarannya. Kami nggak menyediakan. Dari mereka (pemantau) semua,” terangnya.

Menurutnya, KPU tidak membatasi jumlah pemantau karena bisa lebih dari satu lembaga. Makin banyak yang memantau dan mengawasi akan berdampak positif bagi KPU yang berupaya mewujudkan pilkada yang demokratis, jujur, bersih, dan adil.

“Menurut ketentuan, pemantau bisa memberikan kritikan dan masukan terhadap pelaksanaan setiap tahapan, jika ada yang tidak sesuai atau menyimpang dari Undang-undang Pilkada maupun peraturan KPU pusat,” katanya.

Peranan pemantau penting pada hari pemungutan dan penghitungan suara untuk menghindari kecurangan atau kesalahan yang berakibat timbulnya gugatan atau sengketa pilkada. Suud menambahkan, peranan sebagai pemantau memang bersifat sukarela karena tidak ada honor.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan