Pemain PSIR Nekat Datangi Plt Bupati Soal Gaji

Jumat, 4 Juli 2014 | 17:11 WIB
Sejumlah pemain PSIR berpose bersama di depan kantor Bupati Rembang setelah gagal bertemu Plt Bupati, Jumat (4/7) siang. (Foto: Pujianto)

Sejumlah pemain PSIR berpose bersama di depan kantor Bupati Rembang setelah gagal bertemu Plt Bupati, Jumat (4/7) siang. (Foto: Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Belasan pemain PSIR Rembang, baik lokal maupun asing, Jumat (4/7) pagi, nekat mendatangi Kantor Plt Bupati Abdul Hafidz. Mereka datang untuk menyoal belum dibayarkannya tunggakan gaji pemain selama dua bulan.

Manajemen berjanji membayar tunggakan gaji pemain untuk dua bulan sekaligus pada Jumat (4/7) ini, namun akhirnya kembali meleset. Sebelumnya pada 20 Juni kemarin, manajemen pun berjanji membayar tunggakan gaji mereka. Ketika itu, manajer ingin membayar separuhnya dulu, tetapi pemain menolak.

Asisten Pelatih PSIR Rudi Sukma yang mendampingi para pemain menyebut pemain sudah kesal karena tidak segera mendapatkan hak atas gaji. Pemainnya nekat datang untuk menemui Plt Bupati dengan harapan segera ada perhatian, mengingat Abdul Hafidz telah berkomitmen membantu PSIR.

Namun para pemain harus kembali kecewa. Sebab mereka tidak bisa bertemu Pelaksana Tugas Bupati karena sedang sibuk rapat. Oleh ajudan, mereka dijanjikan untuk ditemui pada hari Selasa, 8 Juli mendatang. Para pemain berharap, gaji mereka segera dibayar untuk keperluan Ramadan dan Lebaran.

Dikonfirmasi mengenai kembali melesetnya janji membayar tunggakan gaji pemain, Manajer PSIR Siswanto hanya bisa meminta maaf. Dia mengaku hanya tinggal menggantungkan harapan bisa membayar gaji, dengan bantuan dari Plt Bupati. Sementara Plt Bupati belum memberikannya.

Dia sendiri mengakui tidak bisa mendampingi para pemain karena sedang takziah di rumah kerabat salah seorang pengurus PSIR. Mestinya jam sebelas siang, manajemen dan pemain kumpul dulu sebelum mendatangi Plt Bupati, namun rupanya pemain sudah tak sabar dan memilih datang beramai-ramai.

Siswanto juga mengakui, energi berupa kemampuan dana untuk membiayai PSIR sudah sangat darurat. Dia mengaku sudah keberatan dengan beban yang dipikulnya, namun dirinya tak ingin PSIR terhenti di tengah kompetisi dan terdegradasi.

Sebelum jeda Ramadan, PSIR berada di peringkat kelima grup empat, dengan nilai 12 atau terpaut satu poin dari Persipur di peringkat keenam, dan selisih satu poin dari Persip Pekalongan di tempat keempat atau hanya berjarak dua poin dari PPSM Magelang di posisi ketiga. (Pujianto)

 

 

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan