HIPMI Jateng Beber Peluang Industri Kreatif bagi Mahasiswa Rembang

Jumat, 10 Oktober 2014 | 16:05 WIB
Wakil Sekretaris BPD HIPMI Jawa Tengah, Roro Eko Setyowati Redjeki saat memberikan kuliah umum bagi sekitar 600 mahasiswa STIE YPPI Rembang di Balai Kartini Rembang, Jumat (10/10/2014) siang. (Foto: Pujianto)

Wakil Sekretaris BPD HIPMI Jawa Tengah, Roro Eko Setyowati Redjeki saat memberikan kuliah umum bagi sekitar 600 mahasiswa STIE YPPI Rembang di Balai Kartini Rembang, Jumat (10/10/2014) siang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Salah satu pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI Jawa Tengah, Roro Eko Setyowati Redjeki membeber peluang industri kreatif di 14 sektor bagi ratusan mahasiswa di Rembang.

Pemilik ZHASA Production yang sekaligus Wakil Sekretaris BPD Hipmi Jawa Tengah ini membeberkannya kepada sekitar 600 mahasiswa STIE YPPI pada kuliah umum yang berlangsung di Balai Kartini Rembang, Jumat (10/10/2014) siang.

Dia mengemukakan, 14 sektor peluang industri kreatif yang bisa dimanfaatkan mahasiswa di antaranya adalah kelompok industri publikasi dan presentasi melalui media seperti periklanan dan penerbitan/percetakan. 14 sektor industri kreatif ini, katanya, diwakili oleh sejumlah kelompok.

“Kedua, industri dengan kandungan budaya yang disampaikan melalui media elektronik seperti radio, televisi, film, video, dan fotografi. Ketiga, industri dengan kandungan budaya yang ditampilkan ke publik baik secara langsung maupun lewat media elektronik seperti musik dan seni pertunjukan,” ujarnya.

Selain itu, menurut Eko, kelompok industri yang padat kandungan seni dan budaya seperti kerajinan dan pasar barang seni. Kemudian kelompok industri desain seperti desain, fesyen, dan arsitektur.

“Yang terakhir adalah kelompok industri kreatif dengan muatan teknologi seperti riset dan pengembangan, permainan interaktif, teknologi informasi, dan jasa perangkat lunak.

Eko yang juga duduk di Kompartemen Bidang UMKM Gapensi Jawa Tengah ini menyebut industri kreatif memegang peranan besar untuk membangun citra identitas bangsa.

“Pasar tidak membutuhkan produk atau jasa Anda, tetapi pasar membutuhkan solusi dan manfaat. Ingat, everyone has a unique model of the world (setiap orang memiliki model dunianya yang unik, red.),” tandasnya.

Dia menambahkan, seorang mahasiswa bisa berpikir kreatif dengan mengganti mengganti komponen atau material, mencampur/menggabungkan dengan bagian atau jasa lain, mengadopsi atau merubah fungsi atau menggunakan bagian dari elemen lain.

“Memodifikasi, menambah atau mengurangi skala, merubah bentuk, atau memodifikasi atribut, memakai kegunaan lain, mengeliminasi atau menghapus elemen atau mengurangi ke fungsi yang penting, serta me-reverse atau membalik atau memutar bagian dalam luar atau bagian atas ke bawah,” katanya.

Seorang yang ingin melambung karena kreativitas perlu mengenali pola yang umum dalam hal yang berbeda, menantang perubahan dengan mengganti tantangan, dan berpikir tentang hal yang tak terpikirkan. “Dan yang terpenting, pelaksanaan adalah kunci dari berpikir kreatif,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan