Pelemahan Rupiah “Memukul” Kerajinan Batik Tulis Lasem

Sabtu, 12 September 2015 | 13:49 WIB
Perajin batik tulis lasem. (Foto: Arif Bahtiar )

Perajin batik tulis lasem. (Foto: Arif Bahtiar )

 

REMBANG, mataairradio.com – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat, ternyata dirasakan dampaknya oleh para perajin batik tulis lasem. Pasalnya, harga sejumlah bahan baku seperti kain dan pewarna, menjadi mengalami penaikan karena didatangkan dari luar negeri.

Hawin Wilopo, perajin batik di gerai “Gunung Kendil” Tawangsari-Rembang menyebutkan, harga kain naik 10 persen dari sebelumnya. Begitu juga untuk pewarna. Harga kain kini berkisar mulai Rp11.000-Rp16.000 per yard, sedangkan pewarna Rp150.000-Rp170.000 per liter.

“Selain harga bahan baku yang dari impor naik, daya beli masyarakat terhadap batik tulis lasem, juga terpengaruh; turun. Naiknya 10 persen baik kain dan pewarna,” katanya ketika dihubungi mataairradio.

Nurjanah, perajin batik di gerai “Trisula” Jeruk-Pancur juga merasakan dampak yang sama. Bahkan selain kenaikan harga kain dan pewarna, dia menyebut penaikan biaya upah tenaga kerja. Menurutnya, pekerja batik meminta tambahan upah karena harga beberapa kebutuhan pokok juga naik.

Dia pun mengakui tidak bisa menaikkan harga jual batik tulis, seenaknya. Dia malah kerap dipaksa menjual dengan harga yang lebih rendah dari biasanya, karena pembatik lain, lebih dulu turun harga. Pameran-pameran pun sedang sepi peminat, seperti yang baru saja diikutinya di Surabaya, 6 September lalu.

“Pasar batik tulis lasem turut lesu gara-gara ekonomi yang melemah. Kemarin waktu ikut pameran di Surabaya, kami hampir nggak bisa menutup ongkos sewa stan. Di sisi lain, selain bahan baku naik, pekerja juga minta tambah upah. Usaha kami sedang sulit sekarang,” tandasnya.

Baik Hawin maupun Nurjanah berharap agar Pemerintah segera bertindak, untuk memulihkan kondisi perekonomian yang lesu. Nurjanah meminta pihak Pemerintah untuk membantu perajin dengan memberikan subsidi bantuan, agar mereka bisa bertahan.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat pada Sabtu (12/9/2015) ini, berada di angka Rp14.300. Nilai tukar ini adalah yang terendah sejak Krisis 1998. Presiden Jokowi melalui pemberitaan di berbagai media, sudah meluncurkan paket kebijakan ekonomi untuk memulihkan kondisi perekonomian.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan