Pelecehan Seksual Terhadap Anak di Rembang Terulang

Selasa, 18 September 2018 | 19:09 WIB

Ilustrasi. (Foto: jabarnews.com)

 


PAMOTAN, mataairradio.com –
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Rembang kembali menerima laporan terkait kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Pasalnya, pada Senin (17/9/2018) kemarin Komnas PA Kabupaten Rembang mendampingi DS (13), seorang anak perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual.

DS diketahui beralamat di Desa Ringin Kecamatan Pamotan dan masih berstatus sebagai pelajar di salah satu SMP di Pamotan.

Heru Irianto Sekretaris Komnas PA Kabupaten Rembang mengungkapkan, terduga pelaku pelecehan seksual yakni NO berusia 27 tahun.

Saat mendampingi pihak korban, Heru menceritakan bahwa terduga pelaku dan korban sudah berpacaran sejak korban duduk di kelas enam SD dan berlanjut sampai bangku SMP.

Korban mengaku sudah beberapa kali disetubuhi oleh NO yang merupakan tetangganya sendiri.

“Dari analisis yang kami lakukan, terduga pelaku mengidap penyakit pedofilia atau kelainan seksual yang menjadikan anak-anak sebagai objek seksualnya,” terangnya, pada Selasa (18/9/2018).

Menurutnya, hal itu sangat berbahaya dan dapat mengancam keamanan bagi anak-anak di Kabupaten Rembang.

Meskipun hubungan intim yang dilakukan oleh keduanya atas dasar suka sama suka, namun Heru menganggap tindakan tersebut merupakan kejahatan seksual terhadap anak.

“Orang tua korban sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Supaya segera mendapat penanganan. NO sendiri diketahui pernah bekerja di luar negeri dan aktifitas sehari-harinya kini bekerja serabutan.

Saat ini terduga pelaku bersembunyi dan tidak diketahui keberadaannya karena merasa terancap sudah dilaporkan ke pihak kepolisian,” ungkap Heru saat ditanya wartawan.

Heru berharap kepada pemerintah dan pihak legislatif supaya segera merevisi Peraturann Daerah tahun 2014, tentang perlindungan anak.

“Dengan begitu keamanan anak bisa terjamin, apalagi beberapa waktu lalu Kabupaten Rembang menyandang penghargaan sebagai kabupaten layak anak (KLA),” pungkasnya.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) pada Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang IPDA Rukmini mengonfirmasi adanya aduan terkait pelecehan seksual pada anak di Kecamatan Pamotan. Namun kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan