Pelatih Harap Manajemen Tak Putus Kontrak Ilyas

Kamis, 3 Agustus 2017 | 15:30 WIB

Ligamen lutut Ilyas mulai bermasalah saat PSIR menundukkan Persiba Bantul pada laga 20 Juli 2017 di Stadion Krida Rembang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pelatih PSIR Hadi Surento berharap kepada manajemen Laskar Jangkar Keramat untuk tidak memutus kontrak pemain belakang Ilyas seiring cedera yang diderita pemain berambut gondrong tersebut.

Ilyas dibekap cedera ligamen lutut yang mengharuskannya istirahat selama setidaknya tiga bulan. Rabu (2/8/2017) kemarin, Ilyas menjalani pemeriksaan medis di RS Mardi Rahayu Kudus atas fasilitasi dari pihak manajemen PSIR.

“Kami berharap kepada manajemen agar mempertahankan Ilyas, meski yang bersangkutan akan absen membela PSIR dalam waktu cukup lama. Sebab, cedera yang dialami Ilyas terjadi saat dia membela PSIR,” kata Hadi Surento.

Ia pun berharap agar cedera yang dialami Ilyas bisa sembuh lebih cepat. Tenaga pemain ini, menurut Pelatih, masih dibutuhkan untuk memperkuat benteng pertahanan tim, terutama jika PSIR melaju dari fase grup ke babak berikutnya.

Reporter mataairradio.com masih berupaya meminta konfirmasi dari Manajer PSIR Wiwin Winarto mengenai masa depan Ilyas di tubuh tim. Hanya saja melalui sumber di manajemen, Ilyas bisa saja dipertahankan jika cederanya cepat pulih.

Sementara itu, pada Kamis (3/8/2018), skuat oranye mulai melakukan latihan simulasi pertandingan melawan Persipon Pontianak. PSIR akan melakoni laga melawan tim dari Pulau Kalimantan ini pada Sabtu 5 Agustus 2017.

“Simulasi permainan sudah kami lakukan per hari ini. Sebagai pengganti Ilyas, kita hampir pasti mainkan Didik Wahyu. Kemudian di lini depan, kita coba matangkan duet Rudi Santoso dan Rudi ‘Bogel’ Setiawan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan