Pelantikan Bupati Terpilih Juni, Surat Resmi Dinanti

Jumat, 18 Desember 2015 | 16:20 WIB
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekda Rembang Akhsanudin saat berbincang dengan reporter mataairradio, Kamis (17/12/2015) siang. (Foto: Pujianto)

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekda Rembang Akhsanudin saat berbincang dengan reporter mataairradio, Kamis (17/12/2015) siang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pelantikan bupati terpilih hasil Pilkada serentak 9 Desember lalu, akan dilaksanakan juga secara serempak pada Juni 2016.

Pemkab Rembang menanti surat resmi dari Pemerintah Pusat, jika memang bupati terpilih baru dilantik enam bulan lagi.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekda Rembang Akhsanuddin mengaku sudah sempat mengontak Biro Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah.

“Kami hanya diminta menanti kepastian rencana dari Kementerian Dalam Negeri tersebut,” katanya.

Menurutnya, surat resmi diperlukan sebagai pegangan bagi Pemkab Rembang, yang baru saja menggelar Pilkada.

Akhsanuddin juga menjelaskan, sesuai ketentuan terbaru di Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, pelantikan bupati terpilih dilakukan di Ibukota Provinsi Jawa Tengah, dalam hal ini di Semarang.

“Kabupaten Rembang tidak kaget dengan model baru ini,” terangnya.

Pasalnya, saat Abdul Hafidz dilantik sebagai Plt Bupati Rembang menggantikan Bupati Moch Salim yang berhalangan tetap, karena dipenjara akibat kasus korupsi, pelaksanaannya sudah di ibukota provinsi.

Selain pelantikan, Pemkab menyiapkan gawe berupa sertijab dari Pj Bupati ke bupati baru.

“Karena ini (pergantian Bupati) adalah gawe besar, maka untuk sertijab (dari Pj Bupati ke bupati yang baru), kami siapkan,” bebernya.

Sementara itu, mengenai estimasi biaya yang akan tertelan untuk pelantikan dan serah terima jabatan atau sertijab, Akhsanuddin menambahkan, belum bisa menyebutkan.

“Namun yang jelas, tingkat penggunaan biayanya akan lebih irit.

Ketua KPU Rembang Minanus Suud mengaku baru akan mengusulkan pelantikan Abdul Hafidz-Bayu Andriyanto, setelah 3×4 jam terhitung sejak rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di tingkat kabupaten, Rabu 16 Desember lalu. Hafidz-Bayu meraup suara terbanyak pemilih.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan