Dipersoalkan, Pelantikan BPD Kabongan Lor Ditunda

Jumat, 16 Mei 2014 | 16:10 WIB
Kepala Sub Bagian Tata Pemerintahan Desa Setda Rembang Gunari. (Foto:Pujianto)

Kepala Sub Bagian Tata Pemerintahan Desa Setda Rembang Gunari. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pelantikan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabongan Lor Kecamatan Rembang ditunda karena ada personel yang oleh warga dipersoalkan. Hingga Jumat (16/5) siang, sikap resmi keberatan dari warga itu masih dinanti oleh Pemkab Rembang.

Kepala Sub Bagian Tata Pemerintahan Desa Setda Rembang Gunari membenarkan bahwa faktor penunda pelantikan adalah adanya sebagian masyarakat yang tidak setuju dengan salah satu personel BPD. Warga menganggap ada personel BPD yang belum memenuhi syarat.

Namun sayangnya, letak bagian yang dianggap tak memenuhi syarat itu, tidak disebutkan. Sementara, SK dari Bupati sudah terbit. Apabila warga mau segera membuat laporan resmi, klarifikasinya tidak akan lama. Sebab, sudah ada ketentuan yang jelas untuk mengangkat BPD.

Selain Desa Kabongan Lor, sebenarnya ada yang baru melantik BPD belakangan ini, meski Pilkades sudah digelar November tahun lalu. Di Kecamatan Kaliori, BPD baru dilantik secara serentak pada Jumat (16/5) ini.

Gunari mengungkap penyebabnya adalah menyatukan waktu untuk pelantikan BPD dari semua desa terkait. Soal SK, sudah diteken oleh Bupati Rembang Mochammad Salim kala itu atau pada awal Januari kemarin.

Selain terhadap desa yang menggelar Pilkades pada November dan Desember tahun lalu, juga ada beberapa desa yang kini telah mengganti BPD-nya karena masa baktinya telah habis. Sebut saja Desa Kajar Kecamatan Gunem serta Babak Tulung dan Dadapmulyo Sarang.

Gunari juga memastikan bahwa SK bagi setiap BPD tidak berbeda. Semua ditandatangani oleh Bupati Rembang Non-aktif Moch Salim. Tidak ada yang ditandatangani oleh Plt Bupati Abdul Hafidz.

Menurutnya, hampir semua SK BPD diteken sebelum tanggal 13 Januari 2014. Jika pun ada yang ditandatangi oleh Plt Bupati, maka itu bisa jadi Kabongan Lor. Itu saja jika yang dipersoalkan warga terbukti. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan