Pelanggar Rambu Lalin Dihukum Menyanyikan Lagu Kebangsaan

Selasa, 14 Maret 2017 | 18:03 WIB

Dua orang pelajar dihukum menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya setelah kedapatan melanggar rambu lalu lintasi di area Perempatan Jaeni Rembang, Selasa (14/3/2017) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tujuh orang remaja, dua di antaranya pelajar, dihukum menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh polisi dari Satuan Lalu Lintas Polres Rembang.

Hukuman tersebut setelah mereka kedapatan melanggar rambu lalu lintas (Lalin) ketika polisi menggelar Operasi Simpatik di area Perempatan Jaeni Rembang pada Selasa (14/3/2017) pagi.

Tidak hanya menyanyikan lagu kebangsaan, mereka juga dihukum melafalkan Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Setelah bersusah payah melakukannya, polisi melepaskan mereka.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang AKP Mukh Rikha Zulkarnaen melalui Kanit Registrasi dan Identifikasi Satlantas Polres Rembang Iptu Setianto mengatakan, Operasi Simpatik fokus mendidik pengendara.

“Pelanggar secara kasat mata ataupun secara administrasi hanya kami tegur, namun ada juga yang kami beri peringatan tertulis (tilang). Bahkan ada juga yang kami suruh membantu mengatur lalu lintas selama 15 menit,” katanya.

Meskipun operasi kali ini yang disasar adalah remaja atau pelajar, masyarakat yang lain, menurutnya, juga harus tertib berlalu lintas, agar angka kecelakaan akibat melanggar ketentuan berlalu lintas, berkurang.

“Kami terus melakukan sosialisasi di titik keramaian seperti di Perempatan Jaeni, eks Stasiun, dan Perempatan Pentungan Rembang. Selain itu juga di sekolah dan pesantren-pesantren,” bebernya.

Sementara itu, sejak Operasi Simpatik digelar pada 3 Maret lalu terungkap, tingkat kesadaran masyarakat mengenakan helm rendah, sekaligus menjadi catatan terbanyak jenis pelanggaran yang dilakukan pengendara.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan