Ribuan Pelanggan Listrik Rembang Dibayangi Padam Mendadak

Minggu, 25 Januari 2015 | 17:15 WIB
Tiga dari enam pal listrik yang kritis alias rawan roboh akibat gempuran aktivitas penambangan di wilayah Sendangmulyo Kecamatan Sluke, Minggu (25/1/2015). (Foto Pujianto)

Tiga dari enam pal listrik yang kritis alias rawan roboh akibat gempuran aktivitas penambangan di wilayah Sendangmulyo Kecamatan Sluke, Minggu (25/1/2015). (Foto:Pujianto)

 
SLUKE, mataairradio.com – Ribuan pelanggan listrik dari PT PLN (Persero) di wilayah timur Kabupaten Rembang dibayangi padam mendadak. Enam tiang atau pal setrum di daerah tepi Jalan Pantura Sendangmulyo Kecamatan Sluke, berkondisi kian kritis akibat gempuran aktivitas penambangan.

Dari pantauan reporter radio ini, enam pal listrik itu sudah miring, sedangkan tanah pancangnya, tinggal tersisa melingkar 1-2 meter saja.

Melihat kondisi curah hujan yang terus meningkat belakangan ini, tiang listrik semakin terancam roboh tiba-tiba, sehingga pasokan setrum bisa terhenti mendadak.

Kepala Desa Sendangmulyo Asrori mengaku sudah menghubungi pihak pengusaha tambang, agar mencegah tanah pancang longsor.

“Kami menyarankan agar tiang listrik dipindah, atau setidaknya diperkuat dudukannya. Sebab, jika sampai longsor dan roboh, pengendara juga terancam keselamatannya karena bisa tertimpa pal listrik,” ujar Asrori.

Sementara itu, hingga Minggu (25/1/2015) siang, pihak PLN Rayon Rembang masih menunggu jawaban dari pihak pengusaha tambang, yang telah meminta petunjuk teknis pemindahan pal listrik yang kritis, termasuk biaya yang diperlukan.

Supervisor Teknik PLN Rembang Bayu Mahendra menyebutkan, biaya pemindahan lima dari enam pal yang paling kritis, sekitar Rp77 juta.

“Biaya itu hanya untuk teknis jaringan alias belum termasuk kompensasi ke pemilik yang tanahnya dipasangi pal,” ungkapnya.

Dia menilai, sebenarnya jika melihat kontur tanah yang mengelilingi pal, tidak terlalu rawan longsor.

Namun memang, demi amannya, tiang atau pal listrik ini perlu secepatnya dipindah.

“Soal jumlah pasti pelanggan yang terancam terdampak akibat situasi ini, saya tidak bisa menyebutkan secara pasti, tetapi ribuan,” terangnya.

Camat Sluke Mardiyanto menambahkan, kritisnya posisi enam pal di wilayah Sendangmulyo, dekat Pelabuhan Tanjung Bonang itu, mengundang cemas dari banyak pihak.

“Dalam sejumlah pertemuan di level kabupaten, kami hampir selalu menyentil kondisi pal listrik yang kritis agar ada respon dari banyak pihak,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Mardiyanto mengaku telah menerbitkan imbauan kepada para pengusaha tambang, agar tidak melakukan pengerukan hingga lima meter dari dudukan pal listrik.

“Kami pun telah meminta agar lokasi tepi pengerukan, dibuat tebing dengan kemiringan tertentu, alias tidak tegak lurus,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan