Pekan Pertama Ramadan, Harga Sembako di Rembang Terkendali

Senin, 21 Mei 2018 | 15:11 WIB

Ebiet Sutiarno, seorang pedagang di Pasar Rembang menjajakan dagangannya. Harga Sembako terkendali pada sepekan pertama Ramadan 1439 Hijriyah. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Harga sembilan bahan pokok (Sembako) masih terkendali pada pekan pertama Ramadan 1439 Hijriyah di Kabupaten Rembang.

Berdasarkan pantauan mataairradio, Senin (21/5/2018), beberapa komoditas malah turun harga. Telur yang sempat Rp26.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp24.000 per kilogram.

Bawang putih pun turun dari Rp25.000 menjadi Rp22.000 per kilogram. Minyak goreng curah, ajek di angka Rp10.500 per liter.

Hanya bawang merah yang naik tipis dari Rp34.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Sementara cabai merah dan cabai rawit, relatif stabil di angka Rp30.000 dan Rp16.000 per kilogram.

“Harga Sembako di pekan pertama Ramadan, terbilang stabil. Pasar pun normal ramai,” ujar Ebiet Sutiarno pedagang berasal dari Desa Ngotet saat ditemui di Pasar Rembang.

Samsilah, seorang pedagang daging ayam potong berasal dari Desa Sawahan Rembang menambahkan, komoditas dagangannya itu naik Rp2.000 per kilogram.

Sebelum Ramadan, harga per kilogram daging ayam potong hanya Rp30.000 per kilogram, kini menjadi Rp32.000 per kilogram.

“Kenaikan harga daging ayam potong ini masih wajar mengingat peningkatan pembeli dibandingkan hari biasa,” terangnya.

Selain Sembako, harga buah pun terbilang masih terjangkau. Buah untuk hidangan berbuka seperti semangka, blewah, dan melon, tampak menjadi incaran banyak pembeli.

Romlah, salah seorang pembeli mengaku selalu menyiapkan buah segar sebagai menu buka puasa.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan