DPRD Segera Panggil SKPD Soal Rekrutmen Pegawai Harian Lepas

Sabtu, 8 Februari 2014 | 13:58 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

REMBANG, MataAirRadio.net – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rembang menyatakan akan segera memanggil semua satuan kerja perangkat daerah atau SKPD dalam waktu dekat. Mereka dipanggil untuk diklarifikasi mengenai rekrutmen pegawai harian lepas (PHL).

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Rembang Ridwan kepada MataAir Radio mengatakan, pihaknya mendapat rekomendasi dari rapat gabungan antara eksekutif dan legislatif untuk melakukan klarifikasi terhadap semua SKPD terkait PHL. Dia juga mengatakan, rekrutmen PHL sudah direncanakan sebelumnya. Namun mengenai mekanisme penerimaan, pihaknya belum dan perlu tahu.

Menurutnya, DPRD juga perlu mendapat penjelasan dari SKPD mengenai proses penerimaan pegawai harian lepas di instansi setempat. Misalnya, apakah rekrutmen sudah didahului oleh pengumuman kepada khalayak atau tidak.

Ridwan juga mengatakan, sikap dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang seolah tidak tahu menahu mengenai PHL mengundang penasaran. Apalagi BKD juga menyebut rekrutmen PHL tidak dilakukan dengan koordinasi kepada pihaknya. Ini mengesankan tindakan lepas tangan dari BKD.

Pihak Komisi A DPRD Kabupaten Rembang belum mendapat angka pasti jumlah pegawai harian lepas yang kini dipekerjakan oleh semua SKPD di kabupaten ini. Namun berdasarkan penelusuran reporter radio ini, jumlah lebih dari 150 orang.

Ridwan memperkirakan, gelombang pemanggilan terhadap SKPD perekrut PHL akan dilakukan mulai 17 Februari mendatang. Dalam minggu ini, DPRD disibukkan dengan kegiatan studi banding yang tidak dijelaskan oleh Ridwan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Rembang Suparmin juga mengaku belum mengantongi data pasti jumlah PHL. Perekrutan PHL dilakukan langsung oleh setiap SKPD sesuai kebutuhannya dan menjadi kewenangan penuh Kepala SKPD.

Menurutnya, honor PHL sudah masuk dalam anggaran masing-masing kantor SKPD. Dia juga menjelaskan, pegawai harian lepas bekerja sesuai kebutuhan. Sewaktu-waktu bisa berhenti jika pekerjaannya sudah selesai. Besarnya honor mereka setara dengan UMK atau hampir satu juta rupiah. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



3 comments
  1. tenan-pora

    Februari 9, 2014 at 1:33 am

    BKD kok sampe gak weruh nek ono perekrutan Tenaga Harian Lepas, kok GUOOOBLOK men leh PARMIN, opo ora malah utheg-e PARMIN nggo golek DUWEK?…
    Deloken neng kantor Perhubungan, seng nganggo seragam paling NECIS, kui wes sesasi iki mlebu kantor je,
    SOPO seng NGLEBOKNE? SOPO seng MBAYARI?
    DPRD wani tah ora ngusut sampe TUNTAS?
    wong seng TENOGO KONTRAK upah 400ewu sak wulan ae iseh mberuh,..kok ono maneh THL njaluk BAYARAN sakyuto, duwike MBAHE gambar CELENG???

    Reply
  2. parto

    Februari 13, 2014 at 1:12 pm

    hey anggota dewan yg terhormat, hrs jeli melihat situasi. Honorer yg ada di dpuk rembang, yg gaji februari 400rb/bulan/orang aja lum terbayar pe sekrng, klo dinas yg lain serupa g ya??. Emang mereka g butuh makan?? Trs uang mereka lari kemana?

    Reply
  3. parto

    Februari 13, 2014 at 1:17 pm

    suara rakyat: woy elo ketinggalan, kasus ky gitu dah lama.. N same skrng.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan