Hindarkan Penjahat Pedofilia, Dampingi Anak Ber-gadget

Minggu, 11 Mei 2014 | 18:42 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto:Pujianto)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Para orang tua diimbau agar mendampingi anak mereka saat menggunakan gadget. Menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, penjahat pedofilia alias seorang remaja atau dewasa yang mengalami gangguan kejiwaan dalam kepentingan seksual primer, dapat mencari korban melalui dunia maya.

Ganjar berpendapat, seorang pedofilia tidak hanya mencari, tetapi bahkan telah menjual diri di dunia cyber. Dia menyebut, pedofil pada anak bisa dicegah melalui orang tua yang selalu mendampingi anaknya dalam menggunakan gadget atau alat komunikasi canggih dan internet.

Menurut Ganjar, orang tua yang intens mendampingi anaknya bisa menjadi agen pencegahan pelecehan seksual pada anak. Dalam aksi yang seperti ini, pemuda diharapkan mau turun tangan dengan langkah yang jelas sesuai kondisi di sekitarnya. Misalnya turut mengampanyekan gerakan stop kekerasan terhadap anak.

Saat menjadi Pembicara Kunci pada Seminar Peran Kaum Muda dalam Pemberdayaan Ekonomi dan Perlindungan Anak di Balai Kartini pada 9 Mei lalu, Ganjar pun meminta para orang tua agar mendampingi anak mereka saat menonton tayangan televisi.

Menurutnya, ada banyak tayangan di televisi yang tidak layak ditonton oleh anak-anak, atau setidaknya memerlukan dampingan dari orang tua. Salah satunya pada tayangan acara komedi yang memeragakan aksi saling pukul dari para pemerannya.

Ketika tidak ada dampingan dari orang tua saat anak menonton tayangan acara semacam itu, bisa saja sewaktu bermain, mereka menirunya untuk dilakukan kepada teman atau adik, dengan peralatan yang berbahaya. Informasi di tayangan televisi sudah memberi peringatan pada yang dewasa.

Sejumlah kalangan menganggap kesadaran pengguna Internet dalam hal keamanan cenderung rendah. Hal ini membuat kasus kejahatan lewat dunia maya juga masih tinggi. Pencegahan pun dianggap masih lebih efektif dari sekadar penegakan.

Beberapa waktu lalu, di Surabaya juga terjadi kasus pedofilia dengan memanfaatkan media sosial Facebook. Dengan berpura-pura sebagai dokter, pelaku meminta foto tanpa busana korban yang mayoritas anak-anak. Namun, foto ini justru disebarkan di media sosial yang lain. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan