Pedagang Pasar Lasem Direlokasi Selama Tiga Bulan

Wednesday, 27 August 2014 | 18:39 WIB

LASEM, MataAirRadio.net – Pemerintah Kabupaten Rembang akan segera menata Pasar Lasem dengan anggaran Rp2,3 miliar. Rabu (27/8) pagi, para pedagang direlokasi ke sisi timur pasar atau di sepanjang jalan dari arah terminal ke utara. Proses relokasi dijadwalkan selesai 28 Agustus ini dan dilanjutkan dengan penataan.

Menurut rencana, para pedagang akan direlokasi selama tiga bulan atau selama pasar ditata. Tatik, seorang pedagang sembako di Pasar Lasem mengatakan bahwa sebelum direlokasi, dirinya menghuni los di bagian tengah pasar. Dia mendirikan kios darurat dengan cara patungan dengan dua pedagang lain.

Dia mengaku tak keberatan, meski lama direlokasi. Menurutnya, penataan pasar sudah lama diharapkan. Apalagi setelah ditata, pedagang tidak perlu repot mengeluarkan ongkos untuk menyewa los atau kios. Sebab penataan pasar dilakukan sendiri oleh Pemerintah, bukan oleh investor.

Pelaksana Tugas Kepala Pasar Lasem Joko Santosa membenarkan relokasi sementara pedagang karena adanya penataan. Sosialisasi relokasi dilakukan jauh hari dan hampir semua pedagang diklaimnya tidak berkeberatan. Penataan pasar membutuhkan waktu 105 hari atau hingga 10 Desember mendatang.

Soal relokasi pedagang ke sisi timur pasar sehingga memakan ruas jalan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Polsek Lasem, pihak Pemerintah Desa Gedongmulyo, dan Pemerintah Kecamatan Lasem. Kios darurat pedagang dibangun di sepanjang jalan, tanpa menutup total akses warga.

Joko menyebutkan, jumlah pedagang aktif yang direlokasi penataan, mencapai 208 orang. Sementara total pedagang di Pasar Lasem mencapai lebih dari 700 orang. Pedagang aktif yang disebut Joko adalah yang setiap hari berjualan karena menghuni los atau memiliki kios.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Rembang Muntoha mengonfirmasi besarnya anggaran untuk menata Pasar Lasem. Menurut Muntoha yang didampingi Kepala Bidang Bina Pasar Waras, anggaran Rp2,3 miliar itu merupakan dana alokasi khusus atau DAK untuk dinas setempat.

Dia menjelaskan, penataan dilakukan dengan peninggian bagian los dan penambahan kios. Ada 11 los yang akan ditinggikan dan ada lima kios baru yang ditambah. Saluran dan jalanan pasar juga akan ditata, sehingga tidak becek dan air tidak menggenang pada saat hujan. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan