Pedagang di Tepi Jalan Yos Sudarso Rembang Akan Ditindak Tegas

Jumat, 9 Maret 2018 | 20:05 WIB

Pedagang menggelar lapak dagangannya di tepi Jalan Yos Sudarso Rembang atau sebelah utara Pasar Rembang, sehingga menghambat arus kendaraan dijalan itu, Jumat (9/3/2018) sore. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pedagang yang berjualan di tepi Jalan Yos Sudarso Rembang atau sebelah utara Pasar Rembang akan ditindak secara tegas.

Pasalnya, para pedagang menggelar lapak dagangannya hingga memakan badan jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas kendaraan di jalan itu.

Selain itu, kendaraan yang parkir sembarangan di tepi jalan tersebut, turut memperparah kondisi sekitar pasar yang terkesan semrawut.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menilai, berjualan di tepi jalan merupakan perbuatan salah.

Ia mengintruksikan supaya Satuan Polisi Pamong Praja dan dinas terkait menertibkan pedagang yang bandel berjualan di tepi jalan utara pasar itu.

“Kalau masih ada yang berdagang di tepi jalan lagi, kami akan sita barangnya. Dibawa ke kantor, biar ada negosiasi dari pedagang,” terangnya, Jumat (9/3/2018) pagi.

Hafidz menjelaskan, upaya yang ia lakukan itu untuk memberikan efek jera kepada pedagang yang masih membandel.

Menurutnya, tindakan itu bukan serta merta untuk menyingkirkan para pedagang, justru hal tersebut sebagai bentuk kepedulian memberikan rasa aman bagi pedagang maupun pembeli.

“Untuk mengatasi persoalan pedagang agar tidak berjualan di tepi jalan dalam jangka panjang, pemkab berencana memindah lokasi Pasar Rembang.

Pasar Rembang akan dipindah ke bekas pasar hewan atau sekitar 500 meter ke arah barat dari lokasi pasar yang sekarang,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan