Pedagang di Taman Kartini Enggan Kosongkan Kios

Rabu, 31 Januari 2018 | 19:35 WIB

Para pedagang yang berjualan di kawasan Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang masih belum mengosongkan kios yang ditempati pada Rabu (31/1/2018). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Para pedagang yang berjualan di kawasan Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang masih belum mengosongkan kios yang ditempati.

Padahal mereka telah diminta mengosongkan kios mulai Rabu (31/1/2018) ini hingga Kamis (1/2/2018).

Permintaan ini setelah pengelola Taman Rekreasi Pantai Kartini menyerahkan kembali pengelolaan objek wisata itu ke Pemerintah Kabupaten Rembang.

Maria Puji Sri Lestari, salah seorang pedagang mengaku mendengar penyerahan kembali pengelolaan Taman Kartini kepada Pemkab.

“Soal penyerahan kembali Taman Kartini ke Pemkab saya dengar. Tapi kalau harus mengosongkan kios, saya nggak tahu,” katanya.

Ia mengatakan, kios yang digunakannya untuk berjualan dibangun sendiri, meski tanahnya sewa sebesar Rp500.000 per bulan.

“Kami berharap tetap diizinkan berjualan di kios di kompleks Taman Kartini dan taman ini bisa dikembangkan lagi,” katanya.

Nuraini, pedagang lain namun di areal dalam Taman Rekreasi Pantai Kartini mengaku resah setelah seruan agar kios segera dikosongkan, dilayangkan oleh pengelola.

“Kami berharap instruksi ini diurungkan, dan Pemerintah mempertahankan kelangsungan objek wisata ini,” katanya.

Baginya tidak masalah jika untuk mengembangkan Taman Kartini, biaya kontrak kios dinaikkan.

“Selama ini, saya menyewa kios dengan tarif dua juta rupiah per tahun. Saya tidak pernah menunggak,” katanya.

Ia yang berjualan jajanan menyatakan mampu memperoleh pendapatan Rp100.000 per hari.

“Bila ramai, kadang bisa (berpenghasilan) Rp300.000 per hari,” katanya.

Murwadi, Manajer objek wisata ini mengatakan, sejak Kamis 1 Februari ini, kewenangan pengelolaan Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang beralih dari CV Rembang Jaya Sentosa ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) setempat.

Berdasarkan musyawarah antara perusahaan persekutuan pengelola Taman Kartini dan pihak Dinbudpar pada 23 Januari lalu, juga muncul kesepakatan bahwa Dinbudpar meminta kepada pengelola agar memberitahu pedagang untuk mengosongkan kios.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan