Pedagang di Rembang Antisipasi Peredaran Beras Plastik

Jumat, 22 Mei 2015 | 15:07 WIB
Seorang pedagang beras di Pasar Rembang sedang membaca surat edaran dari Polres Rembang mengenai perdaran beras pplastik. (Foto: Pujianto)

Seorang pedagang beras di Pasar Rembang sedang membaca surat edaran dari Polres Rembang mengenai peradaran beras pplastik. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Para pedagang di Kabupaten Rembang mengaku mengantisipasi peredaran beras plastik yang kini dikabarkan beredar di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Luluk Setyowati, salah seorang pedagang beras di Pasar Rembang menduga, beras plastik belum sampai beredar di kabupaten ini.

“Meski belum ada peredaran beras plastik, kami tetap perlu mengantisipasi,” katanya.

Salah satu cara antisipasi, menurutnya, adalah dengan melihat secara teliti dulu, sebelum membeli beras dari pemasok.

“Sementara ini, saya belum sampai curiga terhadap beras yang dikirim dari pemasok,” ujarnya.

Apalagi di Rembang dan sekitarnya, pasokan beras masih lancar.

“Pasokan masih lancar kok. Kami mengambil beras dari daerah Tayu-Pati,” ungkapnya.

Soal beras plastik, dia juga mengaku sudah mendapat imbauan dari polisi, Jumat (22/5/2015) pagi.

Menurut selebaran dari kepolisian yang diterima Luluk, beras plastik memiliki bentuk yang agak panjang seperti jenis ramos atau IR64.

“Buliran beras plastik tumpul pada bagian ujungnya, padahal kalau beras asli, agak tajam,” katanya mengutip uraian di selebaran polisi.

Warna buliran beras plastik juga lebih bening dan tak berserat, tidak sebagaimana beras pada umumnya.

“Jika direndam, beras plastik akan mengapung. Kalau beras asli kan larut ke dalam air,” lanjutnya.

Aroma beras plastik juga tidak seperti beras pada lazimnya.

“Saya akan menyampaikan imbauan dari polisi ini kepada para pembeli,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan, belum sampai ada pembeli yang bertanya seputar beras plastik.

“Rata-rata, masyarakat di kabupaten ini sudah teliti. Kalau yang asli mesti ada ‘ketepu’ (semacam debu dari penggilingan padi, red.),” imbuhnya.

Sementara itu, Nita, salah seorang pembeli beras asal Medang Kabupaten Blora mengaku menjadi semakin berhati-hati ketika membeli.

“Berita beras plastik memang ramai diperbincangkan warga,” terangnya.

Dia sendiri tidak banyak terpengaruh, karena selama ini lebih banyak membeli beras secara langsung ke selepan atau penggilingan padi.

“Ini beli di toko karena pas kehabisan stok. Biasanya kan dikirim dari daerah orang tua, di Rembang sini,” katanya.

Di Pasar Rembang, harga beras kualitas biasa kini mencapai Rp7.000 per kilogram, kualitas sedang Rp7.500 per kilogram, dan kualitas super Rp9.000 per kilogram.

“Harga tersebut masing-masing naik Rp500 per kilogram, dibandingkan dua minggu yang lalu,” sahut Luluk lagi.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan