PDAM Rembang Segera Kucing-kucingan dengan Petani

Selasa, 19 Agustus 2014 | 15:13 WIB
Ilustrasi pipa PDAM Rembang.

Ilustrasi pipa PDAM Rembang.

REMBANG, MataAirRadio.net – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Rembang akan segera kucing-kucingan dengan sejumlah petani untuk mengamankan pasokan air bersih ke ribuan pelanggan di wilayah Kecamatan Kaliori dan bagian barat Kecamatan Rembang.

Pasalnya, pasokan air dari Embung Banyukuwung untuk keperluan pertanian dibatasi. Sementara debit embung akan lebih banyak disedot untuk kebutuhan air bersih warga. Menurut pengalaman, sejumlah petani di sepanjang aliran sungai nekat melubangi pipa jaringan PDAM untuk mendapatkan air.

Modusnya, oknum petani melubangi pipa jaringan PDAM, lalu membiarkan airnya jatuh ke sungai. Air sungai itu selanjutnya disedot untuk mengairi lahan pertanian. Kepala Bagian Teknik PDAM Rembang Suroso mengatakan, kemarau ini mengundang kemungkinan terulangnya kejadian yang sama.

Suroso juga mengatakan, pasokan air baik untuk pelanggan maupun untuk keperluan lahan pertanian akan aman jika semua pihak patuh terhadap aturan. Ia menyarankan agar penggunaan air bisa lebih dihemat.

Ia menyebutkan, kebocoran pasokan air untuk pertanian mencapai lebih dari 40 liter per detik atau lebih besar dari yang dipakai untuk keperluan PDAM. Pihaknya hanya bisa berharap aksi perusakan pipa oleh oknum petani tidak terulang.

Belum lama ini pihaknya juga sudah mengundang sejumlah kepala desa yang berada di sepanjang aliran sungai keluaran dari Embung Banyukuwung untuk mengajukan permintaan air sesuai prosedur, tidak dengan sabotase sebagaimana tahun-tahun lalu.

Untuk diketahui, debit dari Embung Banyukuwung yang ditampung untuk penyuplai air baku PDAM, baru dimanfaatkan 25 liter per detik. Sementara besar persediaannya mencapai 40 liter per detik. Jika semuanya normal, pasokan air diklaim aman, baik untuk pelanggan maupun untuk mendukung bantuan air bersih bagi warga yang kekeringan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan