PDAM Rembang Batalkan Rencana Pengeboran Sumur di Glanggang

Senin, 3 Desember 2018 | 16:26 WIB

Direktur PDAM Rembang, Muhammad Affan, saat ditemui mataairradio.com. (Foto : Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pro kontra rencana PDAM Rembang yang akan melakukan pengeboran di Dukuh Glanggang Desa Pamotan Kecamatan Pamotan akhirnya bisa diselesaikan.

Hal itu terungkap setelah pihak Pemerintah Desa Pamotan melayangkan surat penolakan secara resmi kepda Direktur Utama PDAM setempat.

Dalam surat tersebut terlampir beberapa dokumen, diantaranya berita acara, tandatangan penolakan dari Warga Glanggang, dan alasan penolakan.

Dirut PDAM Rembang Mohamad Affan saat dihubungi mataairradio.com mengaku, pihaknya sudah menerima surat tersebut pada Senin (03/12/2018) pagi.

Setelah membaca surat tersebut, pihaknya memutuskan untuk mengikuti surat tersebut, artinya PDAM membatalkan rencananya untuk melakukan pengeboran sumur di Dukuh Glanggang.

Disinggung terkait rencana pencarian sumber mata air di daerah lain, Affan menyatakan belum ada rencana melakukan pengeboran sumur di tempat lain.

“Sementara waktu, PDAM akan mengandalkan sumber air yang ada, yaitu di Embung Lodan, banyukuwung, Jatimudo, dan Grawan.

Walaupun, masih ada kekurangan air untuk 21 ribu pelanggan PDAM di seluruh Wilayah Rembang,” terangnya.

Saat ditanya jumlah kebutuhan air untuk seluruh pelanggan PDAM, Affan mengaku tidak tahu secara persis. Namun, yang jelas hingga saat ini PDAM Rembang masih kekurangan stok air untuk menyuplai kebutuhan air bagi pelanggannya.

“Penyebabnya karena musim kemarau yang panjang, sedangkan keadaan sumber mata air andalan di empat waduk dalam kondisi mengering,” ungkapnya.

Dirinya juga berharap pemerintah daerah turut membantu PDAM untuk mengatasi kesulitan air bersih dengan percepatan proses pembangunan embung Randugunting.

“Agar kekurangan suplai air kepada kepalanggan PDAM bisa segera teratasi,” terangnya.

Abdul Majid, warga Dukuh Glanggang Desa Pamotan mengaku senang dengan dibatalkannya rencana pengeboran oleh PDAM di desanya.

“Jangan sampai terjadi polemik terkait air di Desa Pamotan, karena air merupakan kebutuhan hajat hidup orang banyak,” tandasnya.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Muhamad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan