PDAM Dipusingkan Timbunan Kerak Pipa Jalur Sale

Sabtu, 19 September 2015 | 14:12 WIB
Pipa PDAM Rembang yang berada di Jalur Sale-Rembang, bocor di wilayah Plangkiran Desa Mojosari Kecamatan Sedan, dua tahun yang lalu. (Foto: Pujianto)

Pipa PDAM Rembang yang berada di Jalur Sale-Rembang, bocor di wilayah Plangkiran Desa Mojosari Kecamatan Sedan, dua tahun yang lalu. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Rembang hingga Sabtu (19/9/2015) ini masih dipusingkan dengan timbunan kerak di dalam pipa jalur Sale-Rembang.

PDAM belum menemukan cara yang tepat untuk membersihkan pipa dari kerak kapur yang turut terbawa air yang mengalir di sepanjang saluran mulai dari sumber air Jakinah-Sale, sampai Rembang.

Pejabat Sementara Direktur PDAM Rembang Agus Siswanto mengaku hanya bisa melakukan pembersihan pipa di pos-pos pencurian. Tetapi tidak semua kerak bisa larut oleh air.

“Meski dicuci di pos-pos pencucian, timbunan kerak berdampak pada kelancaran pasokan air di Lasem, Rembang, dan Sale. Pelanggan di tiga wilayah yang dikaver dari sumber air permukaan Jakinah-Sale, 7.565 orang,” ungkapnya.

Agus menegaskan, meski terganggu kelancarannya, tetapi sumber air permukaan Jakinah Sale masih akan aman sampai musim penghujan tiba.

“Kalau pasokannya aman sampai musim hujan tiba, kendati hujan baru sekitar bulan Januari 2016. Sumber air Jakinah-Sale kami pakai dengan debit 78 liter per detik,” tandasnya.

Lalu bagaimana dengan pasokan air bersih dari PDAM untuk 3.344 pelanggan di wilayah Kecamatan Kaliori dan Rembang bagian barat? Pihak PDAM akan segera melakukan sosialisasi penghentian pasokan.

“Karena debit Embung Banyukuwung yang mengkaver para pelanggan itu hanya cukup sampai November, saat ini kami sedang siap-siap menyosialisasikan penghentian pasokan. Sekarang belum, karena biasanya setengah bulan sebelum pasokan kami hentikan,” jelasnya.

Pejabat sementara Direktur PDAM Rembang menambahkan, pasokan air dari Embung Grawan-Sumber, akan lebih dulu menyusul habis setelah Embung Jatimudo-Sulang.

“Debit Embung Banyukuwung, diprediksi hanya akan sampai Oktober. 218 pelanggan yang selama ini dicukupi kebutuhannya dari embung tersebut, perlu bersiap mencari cara lain mendapat air,” tandasnya.

Sebelumnya, 14 Agustus lalu, Embung Jatimudo-Sulang, sudah tidak bisa dimanfaatkan.

397 pelanggan dari Embung Jatimudo, kini terpaksa membeli air dari penjual kelilingan dan mengajukan bantuan air bersih kepada Pemkab Rembang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan