PDAM Belum Normal Alasan BPBD Masih Kucurkan Bantuan Air

Sabtu, 6 Desember 2014 | 16:38 WIB
Ilustrasi. PDAM Rembang. (Foto: kabar17.com)

Ilustrasi. PDAM Rembang. (Foto: kabar17.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang masih mengucurkan bantuan air bersih terhadap 25 desa yang masih kekurangan hingga Sabtu (6/12/2014), meskipun curah hujan telah meningkat.

Menurut Kepala Seksi Logistik BPBD Rembang Ahmad “Ayub” Makruf, sejumlah daerah terutama yang mayoritas penduduknya mengandalkan pasokan air dari PDAM, masih membutuhkan kucuran bantuan.

“Masih ada pengedropan ke beberapa desa, sekitar 25 desa di wilayah Lasem dan Kaliori, seperti Tasiksono Kecamatan Lasem, dan yang ada di tepi Jalan Pantura Kaliori seperti Purworejo, Tambakagung, dan Tunggulsari,” ungkapnya kepada mataairradio.com melalui percakapan via sambungan telepon.

Meski masih melakukan pengedropan, Ayub memastikan akan menghentikan bantuan air bersih ke daerah-daerah tersebut setelah sepekan ke depan, jika curah hujan berlangsung sebagaimana pada tiga hari terakhir ini.

“Kalau curah hujan ajek deras seperti tiga hari ini, maka kucuran bantuan air ke daerah-daerah itu akan kita setop. Mereka kita yakini sudah akan mampu memanfaatkan air dari tandon,” tandasnya.

Pihak BPBD menyebutkan, saat sekarang, persediaan bantuan air bersih yang dikaver dari pos dana tak tersangka APBD Rembang, masih sekitar 81 tangki.

“Itu sudah kita hitung dan saat ini persediaan tinggal sekitar 81 tangki. Kalau kita hitung juga, maka dari 64 desa yang terdaftar mengajukan bantuan air ke BPBD, berarti sudah hampir 40 desa yang tidak lagi kekurangan air bersih,” pungkasnya.

PDAM Rembang memang sudah kembali mengoperasikan instalasi pengolahan air dari Embung Grawan. Air baku dari embung di Kecamatan Sumber ini kembali bisa dialirkan ke pelanggan karena debitnya mulai mencukupi.

Namun menurut Kepala Bagian Teknik PDAM Rembang Suroso, pengoperasian instalasi pengolahan air dari Embung Grawan yang sudah dilakukan sejak Sabtu (29/11/2014), belum diikuti pemanfaatan debit secara maksimal.

“Dari kapasitas 10 liter/detik yang bisa diambil, sementara ini kami baru menggunakan 5 liter/detik untuk Embung Grawan. Dengan jumlah itu, semestinya semua pelanggan yang dipasoki air baku dari Embung Grawan, yakni pelanggan di Kecamatan Sumber sudah bisa terlayani,” terangnya.

Dia juga menyebutkan, hujan deras belum memberikan efek yang sama pada Embung Banyukuwung dan Jatimudo Kecamatan Sulang, sehingga instalasinya belum bisa dioperasikan.

“Belum adanya pasokan air baku dari Embung Banyukuwung misalnya, menjadikan pelanggan PDAM di Kecamatan Rembang bagian barat dan Kaliori tak terlayani PDAM sejauh ini,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan