PCNU Rembang Dukung Bupati Untuk Abaikan Isu People Power

Jumat, 17 Mei 2019 | 04:28 WIB

Ilustrasi

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Rembang angkat suara terkait isu people power yang menjadi pembahasan pada skala nasional.

Sekretaris PCNU Rembang Muhtar Nur Halim menyatakan PCNU Rembang secara kelembagaan mendukung statemen Bupati Rembang Abdul Hafidz diberbagai kesempatan yang menolak adanya rencana people power oleh sebagian pihak.

Dirinya menegaskan agar warga Rembang khususnya Nahdliyin untuk mengikuti hasil Pemilu sesuai dengan aturan yang ada. Jika kekhawatiran tentang people power benar adanya, maka NU meminta pihak yang berwenang untuk menindak tegas agar tidak terjadi kekacauan dan jalannya pemerintahan.

“PCNU secara kelembagaan mendukung Bupati dalam berbagai kesempatan menolak people power,” tegas warga asal Desa Gandrirojo Kecamatan Sedan ini

Mantan legislator ini mengimbau khususnya warga Rembang agar tidak ikut-ikutan terbawa isu nasional tentang people power. Menurutnya lebih baik warga khusuk dalam beribadah di bulan suci Ramadan ini.

Sehingga pintu pahala dibuka dan segala dosa diampuni oleh Allah SWT. Dirinya yakin jika Indonesia akan tetap damai dengan adanya banyak ulama yang istiqomah dalam jalurnya.

Dirinya menilai upaya people power adalah bentuk gerakan inkonstitusional yang harus ditolak bersama.

“Sebagian ulama saja menyatakan demo itu haram, apalagi people power,” pungkasnya.

Rencana people power dilontarkan oleh beberapa pihak dalam upaya menolak hasil Pilpres April lalu. Wacana ini mengakibatkan keresahan di masyarakat baik dalam percakapan di dunia maya dan juga diberbagai forum diskusi.

 

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan