Pasokan Dibatasi, SPBU Siapkan Instalasi Solar Non-Subsidi

Senin, 25 Agustus 2014 | 19:01 WIB

 

spbu-salim-bupati-rembang-t
LASEM, MataAirRadio.net – Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Rembang mulai menyiapkan instalasi penjualan solar non-subsidi. Persiapan ini dilakukan seiring pengendalian pasokan bahan bakar minyak bersubsidi, salah satunya solar, oleh Pertamina ke SPBU.

Muhammad Syafik, Supervisor SPBU Tireman Kecamatan Rembang menjelaskan, instalasi pompa solar non-subsidi disiapkan agar pada waktu yang subsidi habis, pembeli bisa membeli yang non-subsidi. Selama ini, solar non-subsidi hanya tersedia dalam bentuk pertamina dex atau solar dalam kemasan jeriken.

Syafik mengakui, pasokan BBM bersubsidi dikendalikan oleh Pertamina. Sudah seminggu ini, solar dan bensin yang biasa dikirim masing-masing 24 kiloliter kini hanya dipasok 16 kiloliter saja dari Depo Pertamina. Menurut Syafik, instalasi penjualan solar non-subsidi di SPBU-nya sudah akan siap pekan depan.

Jazuli, Supervisor SPBU Tasiksono Kecamatan Lasem juga mengakui adanya pengendalian bensin dan solar bersubsidi. Sebelum kebijakan pengendalian BBM bersubsidi berlaku, SPBU-nya dipasok masing-masing 10 kiloliter bensin dan solar. Namun sekarang, masing-masing hanya delapan kiloliter.

Itu pun, menurut Jazuli, kadang hanya dipasok salah satunya. Artinya, kadang hanya dipasok delapan kiloliter solar atau delapan kiloliter bensin dalam satu hari. Namun pengendalian itu, belum sampai berdampak pada antrean kendaraan di SPBU.

Pihaknya pun belum akan memasang instalasi pompa baru untuk menjual solar non-subsidi. Dia berdalih, meski dikendalikan, di SPBU-nya belum pernah sama sekali kosong dari pasokan solar maupun bensin. Apalagi, pertamina dex yang selama ini disediakan, tidak banyak terjual.

Humas PT Pertamina Marketing Operation Regional IV Jateng-DIY Roberth Dumatubun mengonfirmasi bahwa konsumsi masyarakat terhadap BBM jenis premium dan solar bersubsidi, saat ini sudah di atas rata-rata, sehingga sebagai solusinya harus dikendalikan. Namun meski dikendalikan, tidak akan terjadi kelangkaan di SPBU. Antrean yang mungkin timbul, diakibatkan oleh kepanikan pembeli. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan